Tradisi angon (menggembala) sapi tersebut rutin digelar warga di tiga dusun di Desa Sruni. Yakni Dusun Mlambong, Rejosari, dan Gedongsari. Ketua RW 04 Dusun Mlambong Sutarno membenarkan Lebaran Sapi tahun ini ditiadakan.
“Seharusnya dilaksanakan Minggu (31/5). Karena sekarang sedang ada wabah Covid-19, kami ikuti instruksi pemerintah untuk menghindari kerumunan massa. Tradisi arak-arakan sapi dalam rangka peringatan Syawalan ditiadakan dulu,” terangnya, kemarin.
Selama pelaksanaan Lebaran Sapi, ratusan hewan ternak milik warga diarak keliling kampung. Selain sapi, ada juga warga yang membawa kambing. Sebelum mengarak sapi, warga setempat terlebih dulu menggelar kenduri menggunakan ketupat berikut sayur dan lauknya. Sebagai catatan, biasanya tradisi ini dilaksanakan bersamaan dengan Lebaran ketupat.
Meski ditiadakan, warga setempat tidak dilarang mengarak ternak masing-masing. Dengan catatan memperhatikan protokol pencegahan Covid-19.
“Ini kan tradisi yang sudah turun temurun dari nenek moyang dan terkait dengan kepercayaan warga. Kalau memang ada warga yang secara pribadi ingin angon sapinya keliling kampung, ya monggo. Asalkan tidak berkerumun. Selalu menjaga jarak,” paparnya. (wid/fer/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra