Kepadatan wisatawan terpantau di Waduk Cengklik, Kecamatan Ngemplak, kemarin. Ada yang bersepeda, sekadar jalan-jalan, memancing, hingga menikmati kuliner di kawasan tersebut. Wisatawan didominasi kawula muda.
“Ada pengunjung yang memakai masker. Tapi banyak juga yang tidak pakai. Saya ke sini naik sepda dari rumah. Kebetulan istirahat sebentar di pinggir waduk,” terang Rachmad Tama, 29, pengunjung asal Kota Solo.
Dia mengaku di tengah pandemi Covid-19, bersepeda jadi solusi untuk menjaga kebugaran tubuh. Hanya saja, kali ini dia pilih gowes seorang diri. “Sebelum pandemi Covid-19, biasanya gowes bareng-bareng teman komunitas. Mungkin ada sekitar 20-an orang,” ujarnya.
Ratna, 31, pengunjung asal Karanganyar mengakui banyak pengunjung Waduk Cengklik tak mengenakan masker. “Tidak masalah bagi saya. Yang penting tidak kontak langsung dengan mereka. Saya ke sini bersama keluarga, sekadar makan,” bebernya.
Terpisah, Haryanto, 46, warga Kecamatan Cepogo mengaku miris melihat kelakuan anak muda. Di tengah pandemi, mereka masih berkerumun di kawasan Irung Petruk di jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB). Dia berharap pihak terkait bisa menertibkan mereka.
“Banyak yang pacaran. Ada yang pakai masker, ada juga yang tidak sama sekali. Mereka seperti tidak takut akan penularan dan bahaya Covid-19,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Penindakan Satpol PP Boyolali Tri Joko Mulyono mengaku sudah menggelar patroli di sejumlah lokasi wisata. Di sela patroli, dilakukan sosialisasi bahaya Covid-19.
“Sangat memprihatinkan. Tadi (kemarin), banyak anak-anak muda nongkrong di Irung Petruk dan tidak pakai masker. Langsung kami beri imbauan agar tidak mengulangi lagi perbuatannya dan membagikan masker gratis,” terangnya. (wid/fer) Editor : Perdana Bayu Saputra