Kepala Dinkopnaker Boyolali M. Syawalludin menuturkan, pascalebaran, permohonan pembuatan AK1 meningkat. Ditambah adanya kelulusan siswa SMA sederajat.
Menurutnya, pencari kerja tak perlu datang ke kantor Dinkopnaker Boyolali untuk mendapatkan AK1. Pemohon bisa mendapatkan kartu kuning melalui online. "Biasanya para pencari kartu kuning mengurus sendiri melalui online. Tapi kali ini mereka juga mendaftarkan kartu prakerja melalui fasilitas yang kami sediakan," terang Syawal, kemarin (4/6).
Salah seorang pemohon AK1, Dian Yulianti, 18, mengaku baru lulus SMA dan hendak melamar kerja di salah satu pabrik di kawasan Boyolali. "Kami malah belum tahu jika bisa (mengurus AK1) melalui online," ujar warga Ampel itu.
Andi, pencari AK1 lainnya menerangkan, sejumlah pabrik telah membuka lowongan. "Di kawasan industri Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo sudah ada yang buka lowongan," ucapnya. (wid/wa/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra