Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Rekor Baru, Kasus Covid di Boyolali Tembus 1.020 Orang

Perdana Bayu Saputra • Senin, 19 Oktober 2020 | 22:58 WIB
Ilustrasi Covid-19
Ilustrasi Covid-19
BOYOLALI – Boyolali kembali mencatatkan rekor jumlah kasus Covid-19 secara akumulasi. Hingga Senin (19/10), jumlah kasus Covid-19 sudah tembus 1.020 orang.

Dari jumlah itu, yang masih menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 87 orang. Sementara 74 orang isolasi mandiri, 819 orang sembuh, dan 40 orang meninggal.

“Namun demikian, dari indeks kesehatan masyarakat (IKM) Boyolali masih termasuk zona risiko sedang,” ujar Kepala Dinkes Boyolali Ratri S. Survivalina, Senin (19/10).

Adapun penambahan kasus antara tanggal 17- 19 Oktober, yang terbanyak adalah di Kecamatan Selo, yakni enam orang. Kemudian, Kecamatan Klego lima orang, Ngemplak empat orang, Banyudono tiga orang, serta Teras dua orang.

“Dari Kecamatan Ampel, Andong, Boyolali Kota, Karanggede, Mojosongo, Sambi, dan Sawit masing- masing satu orang,” ujar perempuan yang akrab disapa Lina itu.

Untuk enam kasus baru di Kecamatan Selo, berasal dari satu keluarga di Desa Tlogolele. Penularan Covid-19 ini berawal dari salah satu anggota keluarga tersebut yang melakukan perjalanan. Kemudian, yang bersangkutan melakukan rapid test di Puskesmas Selo.

Hasil rapid test yang bersangkutan reaktif. Sehingga lima anggota keluarga lainnya diminta untuk melakukan tes serupa. TernyataRekor Baru, Kasus Covid di Boyolali Tembus 1.020 Orang

BOYOLALI – Boyolali kembali mencatatkan rekor jumlah kasus Covid-19 secara akumulasi. Hingga Senin (19/10), jumlah kasus Covid-19 sudah tembus 1.020 orang.

Dari jumlah itu, yang masih menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 87 orang. Sementara 74 orang isolasi mandiri, 819 orang sembuh, dan 40 orang meninggal.

“Namun demikian, dari indeks kesehatan masyarakat (IKM) Boyolali masih termasuk zona risiko sedang,” ujar Kepala Dinkes Boyolali Ratri S. Survivalina, Senin (19/10).

Adapun penambahan kasus antara tanggal 17- 19 Oktober, yang terbanyak adalah di Kecamatan Selo, yakni enam orang. Kemudian, Kecamatan Klego lima orang, Ngemplak empat orang, Banyudono tiga orang, serta Teras dua orang.

“Dari Kecamatan Ampel, Andong, Boyolali Kota, Karanggede, Mojosongo, Sambi, dan Sawit masing- masing satu orang,” ujar perempuan yang akrab disapa Lina itu.

Untuk enam kasus baru di Kecamatan Selo, berasal dari satu keluarga di Desa Tlogolele. Penularan Covid-19 ini berawal dari salah satu anggota keluarga tersebut yang melakukan perjalanan. Kemudian, yang bersangkutan melakukan rapid test di Puskesmas Selo.

Hasil rapid test yang bersangkutan reaktif. Sehingga lima anggota keluarga lainnya diminta untuk melakukan tes serupa. Ternyata hasilnya semua reaktif. Sehingga mereka menjalani tes swab dan diketahui semuanya juga positif Covid-19.

Sedangkan untuk perkembangan klaster, dikatakan Lina, didominasi dari klaster keluarga. Ada dua klaster yang dinyatakan sudah selesai atau tidak aktif. Yaitu, SSH Desa Ngenden dan ARS Desa Pelem, Kecamatan Simo.

Sementara klaster keluarga yang masih aktif adalah, SYN Pandeyan (enam orang), SMR Selodoko (lima orang), ABP Dibal (enam orang), JPT Gombang (tiga orang), TRN Bantengan (empat orang), SAD Juwangi (dua orang), DKY Kateguhan (6 orang), NGM Giriroto, (lima orang) dan EHA Tlogolele (enam orang).

“Klaster lain yang masih aktif adalah Mila Husada ada 17 kasus, tilikan (menengok warga sakit) delapan orang. Lalu, klaster tempat kerja MNA Kebonan tiga orang," pungkas Lina. (wid/ria)

  Editor : Perdana Bayu Saputra
#Boyolali #zona risiko sedang #rekor baru covid-19