Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

19 Sekolah di Lereng Merapi Gelar Simulasi Tatap Muka, Hanya 3 Jam

Perdana Bayu Saputra • Selasa, 24 November 2020 | 16:37 WIB
Guru SDN 2 Tlogolele membetulkan letak fasce shield yang digunakan siswanya saat simulasi pembelajaran tatap muka di dalam kelas.
Guru SDN 2 Tlogolele membetulkan letak fasce shield yang digunakan siswanya saat simulasi pembelajaran tatap muka di dalam kelas.
BOYOLALI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali memberi kelonggaran pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah pandemi Covid-19. PTM ini menyasar 19 sekolah negeri dan swasta. Tersebar di kawasan rawan bencana (KRB) III erupsi Merapi di Kecamatan Selo.

Kepala Disdikbud Boyolali Darmanto menjelaskan, simulasi atau uji coba PTM sudah digelar sejak sepekan terakhir. Sesuai rekomendasi dan pengawasan ketat satuan tugas (satgas) penanganan Covid-19 kecamatan setempat. Selama pelaksanaan, tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.

“Uji coba (pembelajaran tatap muka) terus dilaksanakan. Sehingga pada saatnya (tatap muka dimulai) seluruh sekolah sudah siap,” terangnya, kemarin (23/11).
Simulasi PTM bertujuan memastikan kesiapan sekolah dalam melaksanakan prokes sesuai kenormalan baru (new normal). Di antaranya cek suhu tubuh, wajib mengenakan masker dan face shield, cuci tangan dengan sabun, pakai hand sanitizer, serta jaga jarak.

Selain itu, durasi PTM dipersingkat. Maksimal hanya 3 jam. Protokol lainnya, jumlah siswa yang masuk ke kelas dibatasi. Maksimal separo dari kapasitas kelas. Sehingga perlu diatur jadwal masuk antarkelas atau antarrombongan belajar (rombel).

“Upaya ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 dari kalangan pendidikan. Tahap uji coba ini untuk memberikan materi yang belum tersampaikan kepada siswa selama pembelajaran jarak jauh (PJJ),” imbuhnya.

Disdikbud berharap simulasi PTM berjalan lancar. Supaya penilaian akhir semester (PAS) pada akhir Desember nanti bisa digelar dengan tatap muka. Dan siswa mendapat hasil yang memuaskan.

“Karena kalau ujian semester melalui daring, kan tidak tahu apakah soal yang diberikan benar-benar dikerjakan sendiri oleh siswa atau tidak. Kan guru tidak tahu,” bebernya.

Sebelumnya, sudah sepekan SDN 2 Tlogolele, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Selo jalani simulasi PTM. Bukan tanpa alasan, mengingat PJJ sistem online yang diterapkan sejak awal pandemi Covid-19 kurang maksimal. Mayoritas siswa tidak bisa mengakses PJJ. Terganjal akses internet dan ketersediaan fasilitas penunjang berupa handphone (HP).

“Kami menyadari (Boyolali) sekarang masih zona merah (Covid-19). Kami belum berani melakukan (pembelajaran) tatap muka. Terkait siswa yang datang ke sekolah, sebatas sosialisasi penerapan protokol kesehatan (prokes) pencegahan penyebaran Covid-19,” ucap Kepala SDN 2 Tlogolele Sri Sukarni. (wid/fer/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra
#pembelajaran tatap muka #kecamatan selo #disdikbud boyolali #Lereng Gunung Merapi #sekolah