BOYOLALI - Pedagang maupun pembeli di Pasar Cepogo sebaiknya lebih berhati-hati. Sebab talut pasar baru yang terletak di Desa Jelok, Kecamatan Cepogo ini belum diberi pagar pengaman.
Talut tersebut setinggi 10 meter. Merupakan pemisah antarblok pasar tradisional. Kondisinya saat ini belum diberi pembatas sama sekali. Tak hanya itu, tangga penghubung antrablok juga tanpa pembatas. Padahal, pasar tersebut sudah beroperasi sejak akhir Februari lalu.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Cepogo H. Maryono mengaku, selama ini belum ada kecelakaan atau korban jatuh dari talut tersebut. Kendati demikian, para pedagang mengklaim kondisi tersbeut cukup membahayakan.
“Ya berbahaya. Baik bagi pedagang maupun pengunjung pasar. Harapannya segera diberi pagar pembatas,” pintanya, Selasa (23/3).
Jatmiko, 28, pengunjung asal Kecamatan Musuk mengaku harus hati-hati saat naik-turun tangga. Terutama saat hendak menuju blok di bawah. Di blok bawah, mayoritas dihuni pedagang peralatan rumah tangga dan sembako. “Ya mungkin masih menunggu anggaran untuk membangun pembatas ini,” ujarnya.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Cepogo Mulyadi meminta seluruh pedagang pasar maupun pengunjung supaya berhati-hati. Sebab pasar yang baru dibangun ini masih terus disempurnakan.
“Ada rencana pembangunan pagar pembatas. Tapi kan kaitannya dengan anggaran. Sabar dulu,” bebernya. (wid/fer)
(rs/wid/per/JPR) Editor : Perdana Bayu Saputra