Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Perluasan Pasar Sayur Cepogo Diprotes: Melanggar Kesepakatan Relokasi

Perdana Bayu Saputra • Rabu, 24 Maret 2021 | 01:07 WIB
Kondisi Pasar Cepogo usai relokasi di Desa Jelok, Kecamatan Cepogo, Selasa (23/3). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)
Kondisi Pasar Cepogo usai relokasi di Desa Jelok, Kecamatan Cepogo, Selasa (23/3). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)


BOYOLALI – Pemkab Boyolali bakal memperluas Pasar Sayur Cepogo yang ada di jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB). Perluasan itu memanfaatkan lahan eks Pasar Cepogo yang direlokasi ke Desa Jelok, Cepogo. Letaknya sekitar 500 meter dari pasar lama. Namun, upaya tersebut menuai pro-kontra dari pedagang Pasar Cepogo yang terlanjur direlokasi.






Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Tradisional Cepogo H. Maryono menyayangkan rencana perluasan pasar sayur. Mengingat ada kesepakatan pasar sayur juga direlokasi ke lokasi baru. Satu kompleks dengan pasar tradisional di Desa Jelok. Jauh sebelum relokasi pasar tradisional, akhir Februari lalu.




“Sekarang malah muncul wacana perluasan pasar sayur. Rencana itu sangat tidak sesuai dengan kesepakatan di awal,” keluh Maryono, Selasa (23/3).




Maryono menambahkan, ide pemindahan pasar sayur yang satu kompleks dengan pasar tradisional muncul dalam musyawarah relokasi. Sebab, ada rencana eks pasar tradisional dan pasar sayur bakal disulap jadi ruang terbuka hijau. Semacam alun-alun seperti di eks Pasar Pengging, Banyudono.

“Harusnya pasar sayur ikut pindah ke sini. Rencananya akan dibangun di sisi timur pasar tradisional. Kan lahannya masih luas dan mencukupi,” bebernya.

Penolakan perluasan pasar sayur bukan tanpa alasan. Sebab, keberadaan pasar sayur ikut mendongkrak pendapatan pedagang pasar tradisional. Sebelum relokasi, biasanya pedagang dan pembeli di pasar sayur sering mampir ke pasar tradisional. Terutama saat membutuhkan kebutuhan rumah tangga.

“Otomatis sekarang setelah pindah, omzet pedagang pasar tradisional turun drastis. Kalau seperti rencana awal, pasar tradisional semakin ramai. Pembeli semakin nyaman. Karena selain belanja sayur, juga kebutuhan pokok lainnya di pasar tradisional,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Cepogo Mulyadi mengaku sudah menerima aspirasi para pedagang. Aspirasi tersebut sudah disampaikan kepada jajaran terkait.

“Kami bisa memahami keinginan para pedagang yang disampaikan melalui paguyuban. Aspirasi itu juga sudah kami sampaikan ke Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Boyolali,” terangnya. (wid/fer/ria)



(rs/wid/per/JPR) Editor : Perdana Bayu Saputra
#perluasan pasar sayur cepogo #protes #pasar cepogo #relokasi