Nah, di Ponpes Nurul Hidayah Al Mubarokah Sempu, Kecamatan Andong, Boyolali ini para santri juga punya kegiatan lain sambil menunggu waktu berbuka puasa. Yakni dengan berlatih tarian sufi di halaman ponpes setempat.
Tarian dengan memutar tubuh ini diikuti beberapa santri. Alunan salawat dari alat pemutar musik mengiringi beberapa santri memasuki lapangan latihan. Meski berpuasa seharian, namun para santri tidak merasa pusing atau kelelahan.
Dengan pakaian gamis penuh warna ini para santri mulai berputar-putar mengikuti alunan salawat . Masing-masing penari dapat menari berputar selama kurang lebih 20 menit. Tarian sufi ini diyakini dapat memperdalam kepasrahan diri kepada Sang Maha Pencipta.
Nurul, salah seorang santri yang mengikuti latihan tari sufi ini mengaku tetap kuat meski tengah menjalani ibadah puasa. Karena memang tarian ini mampu meningkatkan keimanan para santri. “Dengan cinta semua menjadi mudah dan mampu membangkitkan semangat,” ujujarnya.
Pengasuh Ponpes Nurul Hidayah Joko Susilo mengungkapkan , ada beberapa makna yang sangat mendalam dalam setiap gerakan tangan dalam tari sufi . Gerakan tangan kanan menghadap ke atas dan semakin naik saat berputar, melambangkan bahwa sang penari akan selalu mendapatkan hidayah dari Allah.
Kemudian tangan kiri menghadap ke bawah, memiliki makna menyebarkan hidayah yang sudah diperoleh kepada sesama. “Diharapkan rahmat Allah mampu menyirnakan virus Covid-19 dari bumi Indonesia,” ujarnya. (wid/bun) Editor : Perdana Bayu Saputra