Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali Ratri S. Survivalina mengungkapkan, saat ini ketersediaan tempat tidur di rumah sakit untuk menangani pasien Covid-19 memang masih aman. Begitu juga dengan ketersediaan ruang isolasi juga masih mencukupi.
Misalnya, untuk ketersediaan ruang isolasi masih di angka 27,32 persen dan ruang ICU 27,02 persen. Keberadaan ruang tersebut tersebar di enam rumah sakit di seluruh wilayah Boyolali.
“Ruang isolasi dan ICU tersebar di enam rumah sakit. Yakni di RSU Pandan Arang, RSU Waras-Wiris, PKU Aisyiah, RS AL Hidayah, RS Indriyati, dan RS Umi Barokah,” ujar kepala dinkes yang akrab disapa Lina itu.
Sementara untuk jumlah kasus Covid-19 di Boyolali mengalami tren penurunan. Pada pekan ke-17 tahun ini tercatat penambahan sebanyak 275 kasus. Kemudian pada pekan ke-18, jumlahnya menurun menjadi 192 kasus.
“Semoga nanti dengan berbagai kebijakan larang mudik, libur Idul Fitri tetap terkendali,” katanya.
Diakui Lina, dengan adanya kebijakan penyekatan lalu lintas dan larangan mudik, jumlah pemudik menurun drastis. “Kalau masyarakat tertib, yang mudik berkurang drastis,” ujarnya.
Namun demikian, pihaknya mengaku tetap waspada. Yaitu dengan menyiapkan ruang isolasi Brotowali 2 di Rusunawa Boyolali. Ruangan yang ada sudah disiapkan untuk menampung tambahan kasus atau tempat karantina. “Posisi sekarang sudah kosong alias tidak ada pasien,” katanya.
Pihaknya juga terus mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menerapkan prokes secara ketat. Libur Lebaran pun, masyarakat jangan sampai abai untuk mematuhi aturan yang ada. Mengingat mutasi Covid-19 dari Inggris maupun India sudah terdeteksi mulai masuk Indonesia.
“Kalau semua tertib, maka jika ada mutasi virus bisa dideteksi lebih dini,” pungkasnya. (wid/nik/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra