Bagaimana sistem arisan dan lelang online tersebut hingga bisa memperdaya banyak korban?
Ada dua sistem yang ditawarkan arisan online ini. Pertama, slot arisan dengan membayar secara berkala seperti arisan pada umumnya. Member bisa memilih kapan mendapat uang arisan tersebut. Semakin cepat dia mendapat uang arisan, keuntungannya makin kecil. Namun, jika member memilih mendapat arisan di urutan akhir, maka semakin besar keuntungan yang diterima.
Slot arisan yang ditawarkan juga berbagai harga. Mulai dari Rp 1 juta, Rp 2 juta sampai belasan hingga puluhan juta. Tergantung minat dari para member. Satu slot juga berbeda waktu bisa mendapat uang arisan, bisa sampai 9 bulan hingga 1 atau 2 tahun. Satu slot arisan bisa diisi 20 sampai 40 anggota. Member akan membayarkan iuran uang arisan tiap pekan atau bulan.
Sedangkan sistem kedua yakni lelang arisan. Owner arisan online menawarkan daftar arisan yang dilelang melalui story WhatsApp. Member bisa memilih slot lelang yang ingin dibeli. Dalam artian, member bisa menggantikan slot arisan orang lain, dengan membayar dulu slot tersebut. Baru mendapat uang arisan ketika jatuh waktu orang yang digantikan.
Dalam sistem lelang ini, owner lelang arisan online, NEK menawarkan berbagai slot arisan. Mulai dari harga Rp 1 juta sampai Rp 37 juta. Modusnya, member bisa membeli arisan. Misalnya dengan harga Rp 37 juta dan uang harus segera dibayarkan ke rekening NEK. Kemudian, pada waktu yang ditentukan, member yang membeli lelang tersebut bisa mendapat uang arisan sebesar Rp 50 juta. Sehingga untung Rp 13 juta.
Sementara itu, Polres Boyolali telah membuka layanan pengaduan untuk korban arisan dan lelang online. Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond mengatakan, korban arisan fiktif di Boyolali diduga cukup banyak. Terduga pelaku dan tempat kejadian perkara (TKP) arisan online fiktif ini diduga berada di Salatiga.
"Saya sampaikan pada masyarakat. Apabila ada yang menjadi korban terkait arisan fiktif ini, saya imbau untuk melaporkan ke Satreskrim Polres Boyolali. Karena memang saat ini kami sedang mendata (jumlah korban, Red) dan bekerja sama dengan Polres Salatiga terkait total kerugian dan berapa banyak yang menjadi korban," beber kapolres. (rgl/ria)
Editor : Syahaamah Fikria