Tak hanya goweser, kendaraan roda dua dan empat juga memadati beberapa lokasi. Seperti Irung Petruk, Simpang PB VI Selo, wisata Gunung Ganten Desa Lencoh, dan Jembatan Gantung di Desa Jrakah.
Hal tersebut membuat petugas gabungan dari TNI/Polri bersama Satpol PP Boyolali dan satgas Covid-19 kecamatan melakukan penyekatan di jalur utama menuju Selo pada Minggu (29/8).
Penyekatan dilakukan di tikungan Jurang Grawah, Desa/Kecamatan Cepogo yang jadi akses utama menuju Selo dan Tumang. Setidaknya ratusan kendaraan dipaksa putar balik. Beberapa akhir pekan terakhir memang banyak warga yang berwisata ke wilayah di lereng Gunung Merapi dan Merbabu tersebut.
Dalam penyekatan di Tikungan Grawah, Cepogo ada remaja laki-laki yang tidak terima dihentikan. Dia justru marah-marah saat diperiksa. Selain tak membawa surat tanda nomor kendaraan (STNK), sepeda motornya juga tidak dilengkapi spion dan menggunakan knalpot brong. Remaja tersebut juga diketahui masih di bawah umur dan belum memiliki surat izin mengemudi (SIM).
”Tadi dihentikan petugas, diminta putar balik tapi malah marah-marah dan melawan petugas. Akhirnya saya minta dibawa ke polsek (Cepogo) yang dekat,” katanya Kasatlantas Polres Boyolali AKP Yuli Anggraeni kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.
Pihaknya mengatakan, penyekatan dilakukan lantaran pada Jumat, Sabtu, dan Minggu memang didapati banyak masyarakat yang naik ke Selo untuk berlibur. Padahal masa PPKM level 4 masih berlaku. Sehingga penyekatan dilakukan untuk meminimalisir kegiatan masyarakat yang akan wisata ke Selo.
”Meski sudah ada sejumlah pelonggaran aturan, namun, pembatasan kegiatan masyarakat masih dilakukan. Tempat-tempat wisata juga masih ditutup. Jadi kami melaksanakan kegiatan penyekatan di akhir pekan untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Boyolali, khususnya di tempat wisata,” ungkap kasatlantas di sela kegiatan.
Sedangkan penyekatan jalan dilakukan di tiga titik. Yakni di tikungan Jurang Grawah, Cepogo, dan perbatasan wilayah Boyolali-Magelang di Desa Jrakah, Selo. Penyekatan juga dilakukan di Simpang PB VI Selo. Tak hanya itu, tim gabungan juga berjaga di tikungan Irung Petruk yang menjadi lokasi favorit wisatawan yang ingin nongkrong dan istirahat.
Dalam penyekatan ini, petugas menanyakan keperluan dan memeriksa kendaraan sepeda motor maupun mobil pribadi yang melintas di Jalan Boyolali-Magelang. Jika pelintas merupakan warga Selo maka diizinkan melintas, namun jika ternyata dari luar warga Selo dan bertujuan untuk liburan, kendaraan akan diminta putar balik.
”Ada ratusan kendaraan yang kami minta putar balik,” jelasnya.
Selain penyekatan tes swab antigen juga dilakukan pada pengendara. Ada sekitar 13 orang yang dites swab antigen. Hasilnya semua negatif Covid-19. Meski demikian, masih ada saja pelanggar yang ditemukan, terutama kelengkapan surat dan motor tidak sesuai standar. (rgl/nik/dam) Editor : Damianus Bram