Pohon yang diperkirakan berumur belasan tahun ini roboh ke arah barat pada pukul 08.30. Batang pohon melintang di jalan raya Banyudono-Sawit dan menyebabkan dua tiang listik patah. Meski saat kejadian jam sibuk, beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Warjini, 30 pedagang es di sekitar lokasi mengaku sempat menyapu di sekitar pohon tersebut sebelum kejadian. Beruntung ada pembeli es. Dia lantas menghentikan kegiatan menyapunya. Tak lama kemudian terdengar suara retakan berasal dari pohon.
”Saya masih melayani pembeli, tiba-tiba roboh ke arah barat. Bunyinya brukk keras. Saya tidak menyangka pohonnya akan roboh. Pas menimpa jaringan listrik itu muncul kembang api yang membakar batang pohon,” terangnya saat ditemui di lokasi, Selasa (7/9).
Perangkat Desa Jenengan Hartoyo mengatakan, batang pohon leses tersebut memang sudah tua dan lapuk. Pihaknya pernah mengusulkan pada Pemkab Boyolali untuk ditebang. Sebab berpotensi membahayakan warga sekitar.
”Kami diminta membuat permohonan. Eh belum terealisasi, sudah roboh duluan. Sebelumnya juga pernah batangnya roboh saat hujan deras. Lalu menimpa rumah di sekitarnya,” terangnya.
Sementara itu, petugas PLN bergerak sigap dengan mematikan aliran listrik di kawasan tersebut. Guna menghindari hubungan arus pendek listrik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali dibantu warga sekitar segera mengevakuasi pohon raksasa terssbut dengan gergaji mesin. Sebab, jalan yang tertutup merupakan jalan vital masyarakat.
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali Kurniawan Fajar Prasetyo mengatakan, kondisi pohon leses tersebut memang sudah tua. Pohon berdiameter 2-3 meter roboh dan menutup jalan penghubung antarkecamatan.
”Sudah kami atasi. Kondisi pohon memang sudah tua dan rapuh. Selain menutup jalan, juga membuat pagar tempat wisata Umbul Leses mengalami kerusakan. Sebagian pagar juga ambruk,” katanya
Fajar menambahkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Pihaknya juga bergerak cepat dan dibantu oleh warga, relawan hingga TNI/Polri.(rgl/adi/dam) Editor : Damianus Bram