Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Ajarkan Peduli Sungai, Siswa SD Diajak Bersihkan Sungai Guyangan

Damianus Bram • Sabtu, 25 September 2021 | 01:30 WIB
BELAJAR PEDULI SUNGAI: Sejumlah siswa SD di Guyangan dilibatkan dalam aksi bersih-bersih Sungai Guyangan, Jumat (24/9). Aksi ini digelar dalam memperingat  World Clean Up Day (WCD). (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
BELAJAR PEDULI SUNGAI: Sejumlah siswa SD di Guyangan dilibatkan dalam aksi bersih-bersih Sungai Guyangan, Jumat (24/9). Aksi ini digelar dalam memperingat World Clean Up Day (WCD). (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
BOYOLALI - Apa yang dilakukan puluhan siswa SD di Banyudono terlihat berbeda dari hari-hari biasanya. Mereka bersemangat membersihkan Sungai Guyangan di kawasan wisata Pengging, Banyudono, Jumat (24/9). Aksi bersama warga dan pegiat lingkungan ini dilakukan dalam rangka memperingati World Clean Up Day (WCD).

Para siswa, guru, beserta sejumlah aktivis dari Pegiat Lingkungan Pengging, Pekarya Sungai BBWS Bengawan Solo, ini terjun langsung mengambil sampah yang ada di sungai tersebut.

Dalam aksinya, mereka juga melakukan sosialisasi kepada warga dan pengunjung warung makan di sekitar kawasan Sungai Guyangan agar tidak membuang sampah ke sungai.

Pegiat lingkungan Pengging, Totok Sudaryanto mengatakan aksi ini menjadi langkah untuk memantik semangat masyarakat. Dia mendukung kegiatan positif yang melibatkan para siswa SD ini. Untuk menjadi langkah mengedukasi dan menanamkan budaya peduli lingkungan sungai.

"Kalau sungai yang bersih, tak hanya enak dilihat, tapi juga nyaman untuk lingkungan sekitar. Namun lebih dari itu, juga menghindarkan dari bahaya banjir. Sebab aliran sungai lancar dan tak tersumbat tumpukan sampah," terangnya pada Jumat (24/9).

Siswa dan masyarakat juga memungut sampah-sampah plastik yang menyangkut di sekitar sungai. Para peserta juga guyup rukun dengan mengumpulkan sampah menjadi satu. Dari kegiatan tersebut, sekitar 100 kilogram sampah plastik berhasil dibersihkan.

"Selanjutnya, sampah ini diangkut untuk dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA) di Winong, Kecamatan Boyolali Kota. Saya harap setelah ini kesadaran masyarakat tumbuh untuk tidak membuang sampah ke sungai," terangnya.

Tak hanya itu, WCD juga diperingati di seluruh dinas dan sekolah di Boyolali. Termasuk di SDN 9 Boyolali, Boyolali Kota. Para guru dan siswa terlihat gotong royong membersihkan lingkungan sekolah. Tak hanya itu, sekolah juga memilih, memilah dan mengolah sampah atau ecobrik.

"Kami lakukan pengolahan sampah plastik menjadi berbagai macam hiasan dan kerajinan. Seperti spotfoto, papan nama, pagar tanaman dan lainnya," ungkap Kepala SDN 9 Boyolali, Ngatmi. (rgl/dam) Editor : Damianus Bram
#Aksi Peduli Lingkungan #Sungai Guyangan Dibersihkan #world clean up day 2021 #Siswa SD Bersihkan Sungai Guyangan