Pembukaan dua jalur via Magelang, yakni Suwanting dan Wekas ini, sesuai rekomendasi Bupati Magelang Nomor 100/3026/01.01/2021 tanggal 29 September 2021, tentang Izin Penyelenggaraan Kegiatan. Termasuk berkoordinasi dengan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb).
“Pembukaan dua jalur pendakian di wilayah Kabupaten Magelang juga diumumkan dalam Surat Edaran Nomor PG.16/T.35/TU/EVLAP/10/2021 tentang uji coba kegiatan wisata di Taman Nasional Gunung Merbabu wilayah Kabupaten Magelang,” terang Kasubag Tata Usaha (TU) BTNGMb Johan Setiawan, kemarin (10/10).
Selama pembukaan jalur pendakian, tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. “Pendaki wajib booking online. Supaya mudah dalam pendataan. Sekaligus tahu, apakah kuotanya sudah melebihi atau tidak. Mekanisme booking online bisa dilakukan di alamat www.tngunungmerbabu.org,” imbuhnya.
Syarat lainnya, pendaki wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Minimal susah divaksin dosis pertama. Sedangkan pembatasan kuota mencapai 25 persen di tiap jalur pendakian.
“Jalur Suwanting, kuotanya 82 pendaki tiap hari. Jalur Wekas kuotanya 74 pendaki dan jalur Thekelan kuotanya 98 pendaki,” urai Johan.
BTMGMb meminta pengunjung objek wisata pendakian dan non pendakian untuk mematuhi tata tertib kegiatan wisata. “Termasuk memerhatikan situasi dan kondisi cuaca. Apabila kondisinya tidak memungkinkan, kami akan mengevaluasi. Booking online jalur Thekelan, bulan ini sudah penuh,” bebernya.
Terkait jalur Cuntel, Kabupaten Semarang, memang belum dibuka. Lantaran pengelola belum siap. Sedangkan jalur pendakian Selo, Boyolali, BTNGMb sudah mengirim surat kepada bupati dan satgas Covid-19, terkait perizinan. Saat ini masih dalam proses.
“Sementara baru tiga jalur pendakian yang kami buka. Thekelan di Kabupaten Semarang, kemudian Suwanting dan Wekas di Kabupaten Magelang. Dua lainnya masih proses," tandasnya. (rgl/fer/dam) Editor : Damianus Bram