Camat Wonosamodro Joko Suseno mengaku telah menggandeng petani dan relawan dalam pembasmian hama tikus. Salah satunya mengadakan gropyokan tikus. Sebagai kawasan pemekaran dari Kecamatan Wonosegoro, daerahnya juga mengadalkan air hujan untuk pertanian.
”Kalau sudah masuk musim kering, petani lebih mengandalkan menanan palawija, terutama jagung. Tapi tanaman ini juga tak luput dari serangan hama tikus,” katanya, kemarin (20/10).
Serangan hama tikus akan memakan tongkol jagung muda. Sehingga tidak bisa dipanen. Bahkan, batang tanaman pun juga ikut dirusak. Upaya pembasmian dilakukan mulai dari memasang umpan beracun, pengemposan hingga gropyokan yang melibatkan petani, TNI/Polri, jajaran terkait dan relawan.
”Gropyokan juga kami lakukan pada malam hari. Hasilnya luar biasa. Ratusan ekor tikus berhasil dibasmi setiap kali gropyokan,” ungkapnya.
Sayangnya, serangan hama tikus belum usai pasca panen jagung. Padahal sebelumnya, setelah gropyokan hama tikus berangsung menghilang. Namun, tikus justru bersarang diarea ladang dan kebun warga.
”Setelah jagung habis, hama tikus beralih menyerang tanaman buah- buahan di ladang maupun kebun. Tanaman buah pisang maupun buah lain seperti jambu dan mangga tak luput dari serangan. Bahkan, buah pisang muda pun juga diserang. Padahal, buah pisang menjadi andalan petani di Wonosamodro,” katanya.
Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian (Dispertan) Supardi, permasalahan air terjadi setiap tahunnya. Terutama bagi petani disisi utara Boyolali, seperti kecamatan Simo, Kemusu, Karanggede, Wonosegoro, Wonosamudro dan lainnya. Sehingga dia meminta masa tanam (MT) 1 diundur.
Meski demikian, mundurnya MT 1 juga berpotensi terserang hama tikus. Karena sebelumnya lahan tidak digunakan, dan tikus memakan segala macam tanaman. Serangan hama tikus ini, biasa terjadi di Wonosamudro, Wonosegoro dan sekitarnya.
”Jadi harus gotongroyong menangani masalah hama tikus. Karena semua tanaman dimakan. Ditambah lagi ini gak ada tanaman, jadi ketik nanti masuk MT 1, tetap harus diwaspadai,” katanya. (rgl/adi/dam) Editor : Damianus Bram