Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Bungai Bangkai Bermekaran di Pekarangan Rumah Warga Musuk

Syahaamah Fikria • Jumat, 22 Oktober 2021 | 01:55 WIB
Bunga bangkai yang tumbuh di pekarangan rumah warga di Dusun Turunan RT 9 RW 2, Desa Ringinlarik, Kecamatan Musuk. (RAGIL L/RADAR SOLO)
Bunga bangkai yang tumbuh di pekarangan rumah warga di Dusun Turunan RT 9 RW 2, Desa Ringinlarik, Kecamatan Musuk. (RAGIL L/RADAR SOLO)
BOYOLALI - Bau busuk tercium menyengat begitu masuk ke pekarangan rumah warga Dusun Turunan RT 9 RW 2, Desa Ringinlarik, Kecamatan Musuk, Kamis (21/10). Usut punya usut, bau tak sedap itu berasal dari tujuh bunga bangkai atau suwek yang tumbuh di sekitar rumah warga bernama Toha itu. Dua berada di samping rumah dan lainnya berada di belakang rumah.

Dari ketujuh bunga tersebut ada yang sudah mengering, mekar, atau baru kuncup. Bau bunga bangkai yang juga mendatangkan kawanan lalat.

Sudah sekitar sepekan ini bunga bangkai bermekaran di area rumah Toha itu. Bahkan, foto bunga ini sempat diunggah di media sosial.

Putra Toha, Fatayasin mengatakan, bukan kali ini saja ada temuan bunga bangkai yang mekar di area rumahnya. Hampir setiap tahun bunga bangkai bermunculan. Terutama saat menjelang musim hujan.

“Kami menyebutnya bunga suwek, karena termasuk jenis umbi- umbian yang enak dimakan. Bisa digoreng atau dikukus. Ada juga yang diolah menjadi makanan gemblong,” ungkapnya.

Fata menambahkan, tanaman suwek memang mudah ditanam. Bahkan sesekali ada pula yang tumbuh sendiri di pekarangan rumah.

Menurutnya, munculnya bunga bangkai ini bermula saat tanaman suwek tidak dipanen. Maka umbi yang sudah tua akan mengalami dorman atau beristirahat tumbuh. Kemudian, barulah muncul bunga tersebut.

“Setelah bunga layu, muncul tunas tanaman baru saat turun hujan. Tapi tidak setiap rumpun suwek bisa muncul bunga bangkai," ungkapnya. (rgl/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#bunga bangkai #suwek #musuk