Sebanyak 50 santri Pondok Pesantren Penghafal Alquran (PPPQ) Darul Fath bergotong royong membersihkan tanggul yang terhambat sampah, kemarin (26/10). Sampah dikumpulkan di atas tanggul. Tak jijik, para santri terjun ke aliran sungai. Mulai dari hulu di Sungai Guyangan sampai tanggul Sungai Sungsang.
Pegiat Sungai Pengging, Totok Sudaryanto mengatakan, pembersihan aliran Sungai Guyangan sampai Sungai Sungsang. Pembersihan sungai ini menggandeng para santri ponpes setempat. Kegiatan santri goes to river ini sekaligus memperingati hari santri Nasional pada 22 Oktober lalu.
”Selain itu, saat ini mulai memasuki musim penghujan, jadi kami mengantisipasi. Apalagi aliran sungai di Pengging ini cukup banyak sampahnya. Terutama sampah domestik, sampah pepohonan dan plastic,’ terangnya, kemarin (26/10).
Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai memang masih kurang. Apalagi sampah juga berasal dari daerah hulu seperti Teras. Bahkan longsoran tanah yang terbawa air sungai juga membentuk sedimen tanah di timur tanggul.
Tak hanya itu, sampah plastik dan rumah tangga seperti popok yang sulit terurai. Meski dibersihakn berkala, sampah di aliran sungai Guyangan cukup banyak. Bahkan sampah plastik dibagian hulu saja mencapai 1 kuintal lebih. Belum lagi sampah pepohonan yang hanyut.
Perwakilan PPPQ Darul Fath Ardi Rahman Fuadi mengatakan, selain memperingati hari santri, kegiatan ini sekaligus bentuk keimanan. Yakni dalam menjaga kebersihan. Ada 50 santri yang terjun langsung membersihkan sungai sebagai wujud kepedulian. Kegiatan ini sekaligus menjaga sinergisitas dengan komunitas pegiatan sungai Pengging.
”Jadi kami memang kegiatan seperti ini akan menjadi agenda rutin baik bersama komunitas maupun agenda pesantren untuk santri peduli lingkungan. Karena ini juga mengamalkan kebersihan bagian dari iman. Itu menunjukan keimanan mereka dengan menjaga keberdisan,” jelasnya. (rgl/adi/dam) Editor : Damianus Bram