Pantauan di lokasi, alat berat mulai menguruk tanah yang rencananya menjadi akses bagi kendaraan yang melintas di jalan lingkar utara menuju tol. Selain itu, perluasan jembatan akan dilakukan baik dari arah timur atau tol menuju simpang empat Musem R Hamong Wardoyo maupun dari arah jalan lingkar utara. Penyiapan median jalan sebagai pembatas jalan juga mulai digarap.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) PR Boyolali Arif Gunarto mengatakan, penataan jalan lingkar utara di kawasan Alun-Alun Lor Boyolali telah dianggarkan sebesar Rp 4,3 miliar. Sementara ini, jalan menuju jalan lingkar utara dari simpang Museum R Hamong Wardoyo ditutup. Sedangkan akses jalan dari Jalan Lingkar dibuka setengah.
”Jalan lingkar utara dari arah Tegalwire ke utara hingga Alun- alun Lor dibuat dua arah. Kami buat pulau atau pembatas jalan di tengahnya. Untuk memudahkan pengguna jalan, maka Tugu Tumpeng Merapi kami pindahkan ke Sonolayu,” kata Arif, kemarin (2/11).
Kendaraan dari arah barat jalan lingkar utara akan digeser sedikit ke utara. Jalur lalu menikung ke arah selatan dan melintas Jembatan Kali Kiring sisi timur. Di tikungan jembatan akan dibuat mediam agar pengendara berhati- hati. Arif menimbang, kondisi jalan terlalu menikung sehingga rawan kecelakaan.
”Kami sudah mengantisipasi sejak dini. Justru itulah, kami sedikit menggeser jalur ke sisi utara. Maka sopir mempunyai pandangan jelas deretan bangunan yang ada sana sehingga lebih hati- hati dan mengurangi kesepatan,” imbuhnya.
Tak hanya persoalan jalan, jembatan Tegalwire juga akan diperlebar. DPU PR berencana menambah lebar kedua jembatan masing-masing sekitar tiga meter. Menurutnya, jembatan terlalu sempit dan tidak sesuai dengan arus kendaraan yang melintas setiap hari.
Pelebaran jembatan akan dilakukan pada tahun anggaran 2022. Sehingga lebar jembatan masing-masing sisi nantinya seluas 15 meter. Di sisi lain, penataan kawasan ini juga bertujuan untuk meningkatkan investasi serta mendongkrak pariwisata. Karena begitu keluar dari tol, pengguna akan disuguhi pemandangan Alun-Alun Lor.
Apalagi penataan dan pembangunan masih terus dilakukan. Selain terintegrasi dengan wisata, kemudahan akses jalan memberikan kenyamanan bagi pengendara yang melintas. Kawasan alan-alun Lor juga lebuh tertata, bersih dan ikonik.
Salah seorang pengguna jalan dan sopir teuk, Ratman,35, mengatakan jalur lingkar utara memang menjadi akses utama bagu kendaraan besar. Namun, ketika sampai di Alun-alun Lor, kondisi jalan sempit dan tikungan cukup tajam. Ditambah lagi papasan dengan kendaraan dari arah timur.
”Tikungan Kali Kiring terlalu tajam dan rawan kecelakaan. Sehingga saya mendukung kalau akses jalan diperbaiki,” tandasnya. (rgl/adi/dam) Editor : Damianus Bram