Adapun titik banjir antara lain di lapangan dan Underpass Krilikan Desa Dibal, serta Dusun Tegalan, Beran dan Grasak di Desa Kismoyoso.
Sarina, warga Dusun Grasak, Desa Kismoyoso mengatakan, tiap hujan deras, dusunnya rawan tergenang.
"Sekitar pukul 19.00 Sungai Beradul meluap sampai menggenangi jalan dan permukiman, Ketinggian air di rumah hingga 30 sentimeter," jelasnya, Jumat (19/11).
Sri Sumirah, warga Dusun Tegalan, Kismoyoso menambahkan, dia dan warga sekitar memilih berjaga malam di teras rumah. Mereka waswas air masuk rumah. Beruntung struktur bangunan rumah warga dibuat lebih tinggi dari jalan. “Baru surut sekitar pukul 05.00. Ya, hampir setiap tahun dusun kami kena banjir,” jelasnya.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali Kurniawan Fajar Prasetyo mengatakan, tercatat dua desa yang terendam banjir, yakni Desa Kismoyo dan Dibal, Kecamatan Ngemplak. Itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi sekitar 6 jam.
“Karena intensitas hujan lebat dan durasi cukup lama, anak Sungai Pepe meluap dan membanjiri permukiman. Ketinggian air mencapai 30-40 sentimeter. Sampai saat ini, warga tidak ada yang mengungsi. Hampir setiap tahun, dua wilayah tersebut langganan banjir,” beber dia.
BPBD Boyolali telah melakukan asesmen lapangan, serta melakukan patroli untuk mengantisipasi banjir susulan, sehingga ketika terjadi hal tak diinginkan, TRC BPBD sudah berada di lokasi. (rgl/wa/dam) Editor : Damianus Bram