Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, mayat ditemukan pertama kali oleh Jumali, warga setempat. Jumali awalnya hendak mencari rumput pakan ternak di sekitar Sungai Lunyu sekitar pukul 08.30. Kebetulan ladang miliknya berbatasan langsung dengan bantaran Sungai Lunyu.
Jelang siang hari, dia dikejutkan dengan mayat perempuan tanpa busana dalam kondisi mengapung di sungai tersebut. Jumali lantas melapor ke RT setempat dan diteruskan ke Polsek Karanggede. Jenazah korban langsung dievakuasi dan dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kasatreskrim Polres Boyolali, AKP Eko Marudin mengungkapkan, pihaknya belum mengetahui penyebab pasti kematian mayat tersebut. Dari hasil identifikasi, diperkirakan berusia 25 tahun dengan tinggi 150 sentimeter.
”Saat ditemukan tidak ada identitas sama sekali. Saat ditemukan dalam kondisi telanjang bulat. Selain itu ada luka di bagian paha kiri,” kata Eko, kemarin.
Terkait dugaan penyebab kematiannya, Eko mengaku masih melakukan penyelidikan. ”Dugaan awal meninggal karena hanyut di sungai, lalu terbentur bebatuan,” imbuhnya.
Sayangnya, tim penyidik cukup kesulitan dalam melakukan identifikasi. Pasalnya, kondisi mayat mulai membusuk. Selain itu rambutnya sudah terkelupas. Wajahnya juga sulit dikenali.
”Untuk memastikan penyebab kematian korban, jenazah dibawa ke RSUD Dr Moewardi, Solo untuk diotopsi,” imbuhnya.
Di sisi lain, hingga kemarin belum ada laporan orang hilang. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan keluarganya untuk menghubungi pihak kepolisian.
Kapolres Boyolali, AKBP Morry Ermond meminta jajarannya bergerak cepat untuk mengungkap indentitas mayat perempuan tersebut.
”Kondisi sudah mulai membusuk dan rusak. Sehingga langsung kami bawa ke RS Dr Moewardi Solo untuk dilakukan otopsi,” katanya. (rgl/adi/dam) Editor : Damianus Bram