Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

BTNGMb Apresiasi Relawan Penyelamat WNA Lansia yang Tersesat di Gunung Merbabu

Perdana Bayu Saputra • Selasa, 7 Desember 2021 | 03:38 WIB
BERI PERHATIAN: Kepala BTNGMb Junita Parjanti memberikan penghargaan ke relawan yang menyelamatkan WNA di Gunung Merbabu. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
BERI PERHATIAN: Kepala BTNGMb Junita Parjanti memberikan penghargaan ke relawan yang menyelamatkan WNA di Gunung Merbabu. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
BOYOLALI – Badai dan hujan deras tak membuat semangat relawan yang mencari Mykola, warga negara asing (WNA) asal Ukraina yang tersesat di hutan Merbabu. Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) lantas memberikan apresiasi pada relawan kemanusiaan tersebut, kemarin (6/12).

Kepala BTNGMb Junita Parjanti mengatakan, penghargaan diberikan setelah aksi nyata relawan dalam melakukan misi kemanusiaan. Yakni membantu WNA yang tersesat di Gunung Merbabu. Sebanyak 10 relawan diberi penghargaan dalam upaya penyelamatan Mykola.

”Jadi sebagai ucapan terima kasih, kami memberikan penghargaan kepada relawan tersebut. Para relawan ini naik atas inisiatif mereka sendiri untuk misi kemanusian sebelum operasi SAR pencarian warga negara Ukraina yang dilaporkan hilang itu dilaksanakan,” jelasnya, kemarin (6/12).

Saat itu, cuaca Gunung Merbabu tidak memungkinan untuk pendakian. Lantaran cuaca hujan angin dan berkabut. Bahkan jarak pandang juga terbatas akibat kabut. Menurutnya misi kemanusian sangat penting. Sebab para relawan mau berkorban dan mau membantu siapapun yang mengalami kesulitan.

Menurutnya, meski cuaca buruk, para relawan pencarian tetap melakukan standar prosedur dan kelengkapannya. Sebagai ucapan terimakasih, BTNGMb memberikan penghargaan pada relawan tersebut. Sebab tanpa aksi cepat para relawan, hasilnya tidak bisa sebaik itu.

”Bagi masyarakat yang akan melakukan pendakian untuk melakukan persiapan dengan baik. Persiapan fisik dan berbekalan harus lengkap. Jadi segala sesuatu apalagi mau mendaki gunung, apapun itu tentunya persiapan fisik, perbekalan itu harus lengkap,” katanya.

Sebelumnya, ketiga pendaki asal Ukraina ini yakni, Dean, 31, Alex,37  dan Mykola,60 naik lewat jalur Selo yang masih ditutup. Mereka memarkirkan motor pada resort Selo untuk mendaki Gunung Merbabu pada Sabtu sekitar pukul 06.00. Mereka sampai di puncak Kenteng Songo Gunung Merbabu sekitar pukul 11.20 dan sempat berswafoto dengan pendaki jalur Suwanting, Magelang.

Namun, saat di pos 3, Mykola berjalan cukup pelan dan mengandalkan GPS offline. Setibanya di HM 25 kedua rekannya berjalan duluan di depan dengan jarak sekitar 200 meter. Kebetulan dijalur terdapat simpang yang sebenarnya sudah ditutup. Namun, kondisi Merbabu saat itu berkabut tebal dengan jarak pandang 1 meter sehingga penunjuk jalan tidak terlihat. Setelah ditunggu sekitar 40 menit Mykola tidak sampai-sampai.

Kedua rekannya lantas naik lagi mendatangi titik terakhir melihat Mykola dan ternyata sudah tidak ada. Keduanya lantas turun ke posko sekutar pukul 17.00 dan melapor ke petugas. Dua tim search and rescue (SAR) dari BTNGMb dan relawan melakukan pencarian hingga Minggu diri hari. Ketiga pendaki WNA ini memang tidak menyiapkan bekal yang matang. Baik logistik maupun peralatan pendakian jika terjadi badai. (rgl/adi) Editor : Perdana Bayu Saputra
#gunung merbabu #wna tersesat