Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Stadion Kebo Giro Rampung, Pembangunan Habiskan Anggaran Rp 53 M

Damianus Bram • Rabu, 15 Desember 2021 | 02:45 WIB
MEGAH: Suasana di dalam Stadion Kebo Giro yang ada di Desa Paras, Cepogo, Boyolali. (RAGIL LISTYO/RADAR SOLO)
MEGAH: Suasana di dalam Stadion Kebo Giro yang ada di Desa Paras, Cepogo, Boyolali. (RAGIL LISTYO/RADAR SOLO)
BOYOLALI – Pembangunan di Stadion Kebo Giro yang ada di Desa Paras, Kecamatan Cepogo dinyatakan rampung. Fasilitas olahraga yang mumpuni milik Pemkab Boyolali ini menghabiskan anggaran Rp 53 miliar. Tidak tanggung-tanggung, pembangunan stadion merujuk pada standar FIFA atau federasi sepak bola internasional.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo di lokasi, Selasa (14/12), sejumlah pekerja mulai menyelesaikan pembangunan di beberapa titik. Seperti pengelasan dan pemasangan akrilik ikon stadion. Ada juga pekerja yang merapikan nat granit, terutama bagian muka stadion yang menghadap ke timur.

Sedangkan bagian barat terlihat cukup memukau view stadion ini, karena menghadap ke arah Gunung Merapi dan Merbabu. Stadion ini akan diresmikan dalam waktu dekat dengan menggelar pagelaran hiburan wayang kulit.

Fasilitas markas Persebi Boyolali ini sudah tertata rapi. Penunjang pertandingan seperti garis putih pembatas lapangan, dua gawang di sisi selatan dan utara juga sudah berdiri tegak di atas lapangan. Selain itu videotron besar di sisi barat yang difungsikan untuk menunjukkan skor pertandingan juga sudah terpasang.

Dalam pantauan Jawa Pos Radar Solo, kemarin terlihat ada dua pemuda yang mulai menjajal lari di dalam stadion Kebo Giro. Sebelumnya beberapa klub besar di Indonesia seperti Persis Solo, hingga PSCS Cilacap juga sempat mencoba berlatih di stadion ini, mencoba rumput stadion yang sudah pantas untuk menggelar pertandingan bergengsi tingkat nasional.

Pembangunan stadion ini sendiri dimulai sejak kepemimpinan Bupati Boyolali sebelumnya, yakni Seno Samodro. Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali Supana mengatakan, Stadion Kebo Giro merupakan proyek multiyears yang dibangun Pemkab sejak 2018. Pembangunan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembebasan lahan seluas 15 hektare, hingga pengadaan rumput jenis zoysia matrella.

"Tahap awal pembebasan lahan, pembangunan pagar dan trotoar. Baru dilanjutkan penataan lahan di lingkungan sekitar stadion. Stadion ini bertaraf internasional dengan standar FIFA. Anggaran yang dikeluarkan lebih dari Rp 53 miliar," jelas Supana kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (14/12).

Supana menjelaskan ada tribun dan gedung VVIP sebagai fasilitas penunjang. Untuk fasilitas pemain juga di ruang ganti ada kolam untuk berendam. Ada juga fasilitas tempat pemanasan pemain, ruang ganti dan sarana pendukung lainnya. Pembangunan tribun dan gedung VVIP ini memakan anggaran paling besar, yakni Rp 3,6 miliar. Sedangkan sisanya untuk pembebasan lahan, pengadaan rumput, dan lainnya.

Stadion ini bisa menampung penonton hingga 12.000 orang. Terbagi menjadi kelas ekonomi I yang mampu menampung sebanyak 6.000 penonton, kelas ekonomi II bisa menampung 3.000 penonton dan kelas VIP mampu menampung 3.000 penonton. Kemudian ada 12 akses masuk ke dalam stadion. Terbagi menjadi sembilan gerbang kelas ekonomi dan tiga gerbang masuk stadion untuk kelas VVIP.

"Stadion Kebo Giro menggunakan rumput jenis zoysia matrella. Rumput ini lebih bagus dibandingkan dengan stadion lain, sehingga kita bisa bersaing terkait kemampuan tingkat kualitas rumput. Resapan airnya bagus, sehingga drainase untuk air di lapangan bisa langsung meresap," pungkasnya. (rgl/nik/dam) Editor : Damianus Bram
#Markas Persebi Boyolali #Stadion Kebo Giro #Anggaran Stadion Kebo Giro #Stadion Dengan Standar FIFA #Pembangunan Stadion Kebo Giro