Kasi Penindakan Satpol PP Boyolali Tri Joko Mulyono mengatakan, monitoring prokes dilakukan selama Nataru. Pihaknya menyasar lokasi-lokasi yang berpotensi muncul kerumunan seperti wisata serta tempat hiburan karaoke. Dari 40 tempat karaoke yang didatangi, tak ada satupun yang memasang barcode PeduliLindungi.
”Sesuai intruksi bupati (Inbup) nomor 19 dan 20 tahun 2021 sudah jelas bahwa tempat wisata dan hiburan wajib ada PeduliLindungi. Tapi semua tempat karaoke yang kami datangi, sekitar 40 lokasi, semuanya tidak ada yang memasang PeduliLindungi. Setelah kami konfirmasi, semua pengelola mengaku tidak bisa mendaftarnya,” jelasnya, kemarin (3/1).
Temuan lainnya pengelola tempat wisata mengabaikan penerapan PeduliLindungi. Meski sudah menyediakan fasilitas tersebut, namun tidak ada pengawasan dari pengelola agar pengunjung patuh untuk scan barcode. Saat dicek di aplikasi tersebut, justru pengunjung berkisar 3-4 orang. Padahal secara riil cukup banyak. Satpol PP lantas melayangkan surat teguran bagi pengelola wisata dan karaoke tersebut.
”Kami beri teguran, dalam tenggat waktu tujuh hari tak melengkapi, maka kami beri sanksi administrasi. Karena memang masih banyak sekali yang abai terutama penggunaan aplikasi PeduliLindungi,” tegasnya.
Joko menjelaskan timnya juga tersebar di tiga pos pengamanan. Tiap hari masih ditemukan pelanggaran prokes seperti tidak memakai masker. Pelanggar diberi pembinaan di lokasi dan masker. Pelanggaran masker ini paling banyak ditemui di kawasan wisata Kedung Ombo, Kemusu. Sedangkan tempat wisata yang padat pengunjung terjadi di Pengging, Banyudono, Ngemplak dan Selo.
”Kami juga menggelar swab antigen di beberapa lokasi seperti pospam, perbatasan antar kabupaten, objek wisata dan lainnya. Sampai saat ini tidak ada temuan positif,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali Supana mengaku luput pemantauan di tempat karaoke. Selama ini pihaknya berfokus pada tempat-tempat pariwisata dan yang berpotensi kerumunan.
”Kami sudah terbitkan surat pada semua pengelola untuk itu (Penerapan pedulilindungi,red). Kemarin kita konsentrasi ke daerah wisata dan belum ke tempat karaoke. Setelah ini akan kami sisir,” tandasnya. (rgl/adi/dam) Editor : Damianus Bram