Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Harga Susu Rendah, Peternak Sapi Beralih ke Yogurt

Damianus Bram • Jumat, 4 Februari 2022 | 21:53 WIB
LEBIH MENGUNTUNGKAN: Istri dari para peternak sapi perah di Boyolali menunjuukan yogurt olahan mereka, Jumat (04/02). Inovasi ini dilakukan mengingat harga jual susu sapi sangat rendah. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
LEBIH MENGUNTUNGKAN: Istri dari para peternak sapi perah di Boyolali menunjuukan yogurt olahan mereka, Jumat (04/02). Inovasi ini dilakukan mengingat harga jual susu sapi sangat rendah. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
BOYOLALI - Mengandalkan susu dari sapi perah saja memang kurang menguntungkan bagi peternak. Harga jual susu murni hanya Rp 6 ribu/liter. Hasil berjualan susu hanya cukup untuk memenuhi pakan ternak. Padahal susu sapi menjadi ikon kebanggaan Boyolali yang berada di lereng Gunung Merapi-Merbabu.

Hal tersebut membuat warga Dukuh Sapiyan, Desa Metuk, Kecamatan Mojosongo, Toyo Siti Salimah bersama kelompok peternak sapi berinovasi. Susu murni tak lantas dijual ke pasaran. Para istri peternak sapi ini secara mandiri mengolah susu sapi menjadi olahan yogurt.

"Sebelum 2010, harga jual susu masih rendah hanya Rp 6 ribu /liter dari peternak. Tidak cukup menguntungkan bagi peternak sapi. Karena kalau dikembalikan untuk beli pakan ya kami tidak punya turahan," terangnya pada Jumat (4/2).

Para anggota kelompok peternak Sapi Sri Kandi Barokah tersebut lantas belajar untuk meningkatkan nilai jual susu. Sebanyak 24 peternak tersebut mengajukan pendampingan pada pemerintah. Mereka mendapat ilmu pengolahan susu menjadi yogurt pada 2010 lalu.

Pada Mei 2010 silam, percobaan membuat yogurt berhasil. Mereka kompak untuk bahu-membahu memasarkan yogurt. Produk olahan rumahan ini berhasil bertahan hingga saat ini. Dia akan membungkus yogurt dalam plastik panjang serta kemasan botol. Dia juga mencoba dengan berbagai varian rasa. Hasilnya lebih menjanjikan dari pada menjual susu murni.

"Sebelum diolah kalau dijual murni paling dapat Rp 6-7 ribu/liter. Kalau sudah diolah menjadi yogurt bisa tembus Rp 32 ribu /liter. Kami kemas ukuran kecil, besar sampai botolan ukuran 500 mililiter dan cup kecil-kecil," terangnya.

Pihaknya juga telah mengajukan sertifikaai halal dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Serta keamanan produk dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pasar juga meluas tidak hanya di Boyolali saja. Namun, merambah hingga Sragen, Solo, Madiun hingga Cilegon, Banten.

"Dalam sehari kami bisa memproduksi hingga 150 liter susu. Hasil penjualan yogurt ini cukup untuk memenuhi kebutahan sehari-hari. Bahkan kesejahteraan kami juga meningkat," katanya. (rgl/dam) Editor : Damianus Bram
#Susu diolah Jadi Yogurt #Peternak Sapi Perah #Susu dari Sapi Perah #Harga Susu Sapi