Puluhan homestay berdiri di kawasan Selo. Namun dari jumlah itu, hanya belasan yang merajai dan menjadi langganan para wisatawan. Terutama yang berada di kawasan kampung homestay Damandiri dan Dewi Sambi di Dusun Ngaglik, Desa Samiran, Selo.
Sepanjang jalan dusun di kaki Merbabu tersebut, warga setempat menyewakan sebagian lahan di rumahnya untuk homestay. Usaha tersebut dirintis sejak 2017. Pengelolaannya di bawah naungan koperasi maupun kelompok sadar wisata (pokdarwis).
“Dulu awalnya hanya 10 homestay. Kami lakukan pendampingan dan bedah rumah warga, agar sesuai standar homestay. Sekarang sudah ada 23 unit dengan 70-an kamar. Kami juga membuat warung dan taman. Biasanya dipakai turis asing yang ingin mendaki gunung,” kata Ketua Koperasi Sahabat Sejahtera Damandiri Bayu Pramana, Minggu (20/2).
Homestay di Selo, juga dikelola Pokdarwis Dewi Sambi. Lokasinya berada di Kampung Homestay Dewi Sambi. Menjamurnya homestay, didukung maraknya resto yang ditunjang panorama alam Gunung Merapi-Merbabu. Ini yang mendorong desa-desa di Selo menjadi desa wisata (deswita).
“Deswita terbanyak dari Selo. Semuanya tumbuh dan berkembang. Juga mengangkat profil budaya setempat. Efeknya di sosial ekonomi dan homestay. Jadi, rumah tinggal warga dikelola untuk penginapan para wisatawan,” terang Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali Supana.
Fenomena ini menggugah Disporapar untuk pembekalan pengelola homestay di seluruh deswita. Melalui bimbingan teknis (bimtek) yang rutin digelar tiap tahunnya. Termasuk melibatkan pokdarwis untuk ikut menyosialisasikan protokol kesehatan (prokes) selama pandemi Covid-19.
“Semuanya kami imbau dan kami kawal. Harus menerapkan prokes ketat. Harus menerapkan aplikasi PeduliLindungi. Bahkan kalau ada kesulitan, teman-teman destinasi dibantu,” imbuh Supana.
Sementara itu, disporapar telah membentuk admin khusus membantu pelaku wisata. Terutama yang kesulitan mendaftarkan PeduliLindungi. Sedangkan pengawasan prokes, dilakukan dengan menyebar tim monitoring. Mereka bekerja tiap akhir pekan di sejumlah objek wisata. (rgl/fer/dam) Editor : Damianus Bram