Ular tersebut pertama kali ditemukan Suraji, warga setempat. Dia mendengar suara berisik di kandang ayamnya, yang kebetulan tak jauh dari Kali Pepe sekitar pukul 22.00. Saat dicek, dia mendapati ular tersebut sudah melilit seekor ayam.
“Saya takut mau nangkap. Makanya saya panggil tetangga yang biasa menangkap ular,” terang Suraji, Minggu (20/3).
Suraji bergegas memanggil tetangganya, Bayu yang terbiasa menangkap ular. Setiba kandang, ular tersebut terlanjur bersembunyi di tumpukan kayu.
“Pas saya tangkap, ular itu sempat akan menyerang. Karena saya pegangnya tidak pas di bagian kepala. Setelah saya tangkap, sempat berontak. Akhirnya berhasil saya bawa keluar,” ujar Bayu.
Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, mulut ular tersebut diplester dengan lakban. Lalu dimasukkan ke dalam karung. Bayu mengaku, panjang ular itu sekitar 2,5 meter.
“Sebelumnya juga ada warga yang melihat ular, panjangnya bahkan lebih dari 4 meter. Ular itu menyeberang jalan. Di sini memang sering ditemukan ular-ular besar,” imbuh Bayu.
Sementara itu, Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Boyolali Dono Rumekso mengaku, pernah mengevakuasi ular di hampir semua kecamatan. Jika ada ular yang dievakuasi, kelak akan dikembalikan ke habitatnya di hutan kawasan Kecamatan Juwangi.
“Kebanyakan kasus yang dilaporkan, ular hanya memangsa ternak warga. Jika warga kesulitan mengevakuasi, baru melapor ke kami,” beber Dono. (rgl/fer/dam) Editor : Damianus Bram