“Alhamdulillah diberi kesempatan Allah SWT menjalani dan mengakhiri tugas dinas dengan selamat. Terima kasih dukungan semua pihak. Jika tugasnya berhasil baik, itu karena teman-teman di sekolah bekerja dengan baik. Tapi jika tugasnya tidak berhasil baik, itu karena saya kurang mampu bekerja dengan baik, ” katanya merendah.
Agung menjadi kepala sekolah sejak 2004 hingga pensiun dijalani dengan gembira dan niat bahwa hakikat tugas adalah ibadah. Karirnya diawali sebagai guru Fisika di SMAN 2 Wonosobo pada 1989, dan pindah ke SMAN 3 Boyolali pada 1992.
Pada 2004 ditugaskan sebagai kepala SMAN 1 Kemusu, dan tiga tahun kemudian pindah ke SMAN 1 Banyudono. Jejak tugasnya mengantarkan Agung sebagai kabid SMP/SMA/SMK Disdikpora Kabupaten Boyolali pada 2010.
Namun komitmen nurani dan cintanya pada profesi guru menjadikannya ditugaskan kembali sebagai kepala SMAN 3 Boyolali, dan tiga bulan kemudian mendapat amanah sebagai kepala SMAN 1 Boyolali hingga akhir 2019, selanjutnya pindah ke SMAN 2 Boyolali hingga pensiun.
Sebagai kepala sekolah, Agung sempat menggagas pengembangan hutan sekolah di Kemusu. Tapi harus pindah tugas sebelum terlaksana. Dia juga mengantarkan prestasi SMAN 1 Banyudono sebagai sekolah rintisan pendidikan berbasis keunggulan lokal (PBKL) yang dikenal secara nasional.
Saat menjabat kabid SMP/SMA/SMK Disdikpora Kabupaten Boyolali, Agung menggerakkan fokus pengembangan sekolah dalam 3P, yakni penampilan, pelayanan, dan prestasi.
Di SMAN 1 Boyolali, Agung merintis kelas akselerasi dan berkembang menjadi sistem kredit semester (SKS), yang mampu mengantarkan anak-anak hebat lulus SMA cukup dua tahun dengan prestasi mantap yang terukur dan teruji.
Bukan hanya itu, Agung mampu embangun jejaring dan menggali berbagai potensi untuk pengembangan sekolah, termasuk alumni, hingga terwujud pengembangan program dan revitalisasi seluruh gedung induk menjadi dua lantai lengkap dengan sarana pendukungnya. Di samping meraih Adiwiyata Nasional.
Bersama segenap potensi, Agung mendorong naiknya peringkat hasil ujian nasional (Unas) secara kontinyu untuk lingkup SMA negeri, dari peringkat 65/34 (IPA/IPS) di 2012, naik bertahap hingga peringkat 4/2 tingkat Provinsi Jateng dan 26 nasional di 2019 (saat Unas terakhir).
Pandemi tak menghalangi semangat Agung melambungkan SMAN 2 Boyolali. Itu dibuktikan dengan mampu meraih prestasi masional Kuis Kihajar, naiknya angka keberhasilan lulusan 2021 pada seleksi masuk SNM PTN, nilai tertinggi kinerja sekolah 2021 se-wilayah Cabdin V, terpilih sebagai sekolah Adipangastuti, tertatanya lingkungan yang nyaman menuju sekolah Adiwiyata.
“Ini bukti kuatnya bara api tekad kejuangan segenap warga sekolah untuk maju,” tegasnya.
Dalam karirnya sebagai guru dan kepala sekolah, Agung sempat melanglang tugas ke seantero negeri dan luar negeri. Bahkan 2010, dia ditugaskan sebagai fasilitator Bintek KTSP di SILN Moskow Rusia, yang kembali dikunjunginya di 2016 dalam tugas lain. Tidak sedikit negara yang dikunjunginya dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
Agung juga pernah memboyong predikat guru berprestasi Kabupaten Boyolali 2004 dan kepala sekolah berprestasi tingkat Jateng pada 2014 dan 2016. Menurut Agung, prestasi kecil dalam tugasnya tidak lepas dari doa dan dukungan tulus keluarga.
Sementara itu, ada peristiwa mengejutkan yang menggambarkan ketulusan para sahabat menjelang Agung pensiun. Dia mendapat kiriman sapi, padahal tak merasa membeli sapi.
Setelah ditelurus, ternyata ada beberapa sahabat dari SMA 1 Boyolali yang patungan untuk memberikan kenangan yang disukai Agung guna mengisi kegiatan di masa pensiunnya.
“Saya bertekad tetap berkarya sebagai petani pendidik. Tetap berjuang untuk keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama,” pungkasnya. (rgl/wa/dam)
Perjalanan Karir Agung Wardoyo
1989
- Guru Fisika SMAN 2 Wonosobo
1992
- Pindah tugas ke SMAN 3 Boyolali
2004
- Kepala SMAN 1 Kemusu
2007
- Pindah tugas ke SMAN 1 Banyudono
2010
- Kabid SMP/SMA/SMK Disdikpora Kabupaten Boyolali
- Ditugaskan kembali sebagai kepala SMAN 3 Boyolali
2012-2019
- Kepala SMAN 1 Boyolali
- SMAN 2 Boyolali hingga pensiun
SUMBER: WAWANCARA Editor : Damianus Bram