Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Masjid Ciptomulyo Pengging: Ada Prasasti Penentu Kiblat

Damianus Bram • Sabtu, 9 April 2022 | 16:45 WIB
TERAWAT: Masjid Ciptomulyo Pengging, Banyudono, Boyolali. (MEY DWI HERDANTO/RADAR SOLO)
TERAWAT: Masjid Ciptomulyo Pengging, Banyudono, Boyolali. (MEY DWI HERDANTO/RADAR SOLO)
BOYOLALI – Di Boyolali, betebaran masjid-masjid kuno yang usianya puluhan hingga ratusan tahun. Salah satunya Masjid Ciptomulyo Pengging di Kecamatan Banyudono. Masjid yang usainya lebih dari seabad ini merupakan peninggalan Pakubuwana (PB) X.

Nama Masjid Ciptomulyo, diambil dari bahasa Jawa “cipto” yang artinya diciptakan. Serta “mulyo” yang berarti kemuliaan.

“Artinya, masjid ini dibangun supaya jamaah yang beribadah di sini menjadi orang yang mulia lahir batin dan dunia akhirat," Kata takmir Masjid Ciptomulyo Pengging Achmadi, 80, Kamis (7/4).

Masjid Ciptomulyo dibangun pada 1905. Seperti tertulis pada papan yang terletak di serambi masjid. “Adegipun Masjid Cipto Mulyo Seloso Pon 14 Jumadil Akhir Tahun Je 1838”. Sebagian besar bangunan masjid masih dipertahankan. Mulai dari kayu, tembok, hingga atapnya.

Hal paling menarik di masjid ini, yakni keberadaan prasasti penentu arah kiblat yang dibuat oleh Kementerian Agama (Kemenag). Prasasti tersebut terbuat dari tembaga. Ciri khas Boyolali sebagai sentra tembaga di Desa Tumang, Cepogo.

“Kelihatannya masjid menghadap tenggara. Jika dilihat, kiblatnya seakan menghadap ke selatan atau serong ke kiri. Kalau arahnya disamakan kiblat, maka masjid ini akan sejajar dengan jalan. Prasasti dibuat, karena dulunya banyak jamaah bingung kiblatnya di mana. Di situ keunikannya,” imbuh Achmadi.

Bukti peninggalan PB X yang masih tersisa, yakni bedug dan kentongan. Di badan kentongan, terdapat aksara Jawa bertulisankan PB X.

“Bedug dibunyikan setiak akan adzan salat wajib. Kalau kentongan hanya dibunyikan pas mau salat Subuh dan Magrib saja,” ujar Achmadi.

Selama Ramadan, Masjid Ciptomulyo ramai dikunjungi jamaah. Di antaranya pengajian rutin tiap malam Senin, malam Rabu, dan malam Jumat Wage (penaggalan Jawa). Kemudian taman pendidikan Alquran (TPA) dan buka puasa bersama (bukber).

“Kemajuan dan kemakmuran Masjid Ciptomulyo sangat terlihat. Di sini ada satu unit ambulans gratis yang pengadaannya dari uang infak,” beber Achmadi. (mg5/mg9/fer/dam) Editor : Damianus Bram
#Masjid Tua di Boyolali #Masjid Peninggalan PB X #Masjid Ciptomulyo Pengging