Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Polres Boyolali Terjunkan 410 Personel, Amankan Ibadah Paskah di 75 Gereja

Syahaamah Fikria • Kamis, 14 April 2022 | 23:21 WIB
Pengamanan Gereja HTB SP Maria, Boyolali Kota oleh jajaran Polres Boyolali. (RAGIL L/RADAR SOLO)
Pengamanan Gereja HTB SP Maria, Boyolali Kota oleh jajaran Polres Boyolali. (RAGIL L/RADAR SOLO)
BOYOLALI - Polres Boyolali melakukan pengamanan 75 gereja jelang peribadatan Paskah. Sedikitnya 410 personel kepolisian dikerahkan untuk pengamanan gereja selama tiga hari ke depan.


Polres juga menerjunkan anjing K-9 dan metal detector untuk memastikan tidak ada benda berbahaya. Selain pengamanan, pihak kepolisian juga memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes).


Kapolres Boyolali AKBP Asep Mauludin melakukan pemantauan di Gereja Katolik Hati Tak Bernoda (HTB) Santa Perawan (SP) Maria di Jalan Merbabu, Boyolali Kota pada Kamis (14/3). Gereja tersebut termasuk gemuk dan memiliki ribuan jemaat.


Berdasarkan pantauan di lokasi, anjing K-9 turut diterjunkan. Sedangkan dua petugas kepolisian lainnya melakukan pengamanan dengan metal detector.


"Perayaan Paskah tahun ini kita siapkan pengamanan dengan mengerahkan 410 personel. Kita bagi dalam berbagai bentuk penugasan, seperti penjagaan melekat di objek-objek gereja yang perlu pengamanan," terang kapolres.


Sebanyak 410 personel tersebut disebar di berbagai kecamatan. Sebanyak 75 gereja tersebar di 16 kecamatan. Asep juga meminta agar kapolsek di tiap kecamatan melakukan pengamanan serupa. Semua gereja yang menggelar peribadatan Paskah menjadi atensi Polres Boyolali.


"Sementara ini hasil pemantauan di lapangan sebagian besar gereja-gereja ini mempersiapkan, baik peribadatan pada 15,16 dan 17 April. Kita juga cek kesiapan panitia khususnya penerapan prokesnya seperti apa. Itu tetap jadi perhatian kami, karena masih di masa pandemi. Rata-rata sudah menyiapkan dengan baik," papar dia.


Penataan kursi untuk jemaat Gereja HTB SP Maria dibuat berjarak. Pembatasan kapasitas jemaat gereja juga dilakukan. Sehingga penataan kursi dilakukan sampai halaman depan gereja. Pengaman pada gereja dengan jemaatnya banyak juga dipertebal. Salah satunya menerjunkan pos pengamanan polisi di gereja.


Sementara itu, Koordinator Prokes Gereja Katolik HTB SP Maria, Sukardi mengatakan, pelaksanaan ibadah Paskah menyesuaikan aturan pemerintah. Salah satunya pembatasan kapasitas jemaat yang mengikuti ibadah secara luring. Sehingga pelaksanaan ibadah dibagi menjadi tiga sesi tiap harinya. Dengan masing-masing sesi diikuti 500 orang.


Dengan pembagian sesi ini diharapkan jemaat gereja tidak berdesakan. Menilik jemaat Gereja HTB SP Maria mencapai 1.800 orang.


"Kita ikut pemerintah, tiap sesi perayaan hanya diikuti 500 orang. Untuk ibadah Kamis Putih sesi pertama pukul 17.00, lalu 19.00 dan 21.00. Kemudian ibadah Jumat Agung mulai pukul 13.00, 15.00 dan 17.00. Lalu pada Sabtu Paskah juga kami buat tiga sesi," katanya. (rgl/ria)
Editor : Syahaamah Fikria
#gereja #polres boyolali #pengamanan #Paskah