Kapolres Boyolali AKBP Asep Mauludin memprediksi lonjakan pemudik terjadi H-7 Lebaran. Sejumlah titik rawan mulai dipetakan. Pihaknya akan mendirikan tujuh pospam. Mulai dari jalan arteri hingga jalan tol Bawen, Semarang-Ngasem, Colomadu, Karanganyar.
”Kami berupaya maksimal untuk all out. Serta menerjunkan 400 personel pengamanan mudik tahun ini. Itu belum termasuk personel gabungan dari kodim, satpol PP maupun Dishub Boyolali. Selain itu tiap polsek juga akan berjaga di wilayah masing-masing,” terangnya, Senin (18/4).
Tak hanya itu, lokasi-lokasi yang berpotensi menurunkan pemudik juga akan dijaga. Pihaknya juga akan berkoordinasi untuk menyediakan posko vaksinasi booster. Tujuannya untuk memfasilitasi pemudik yang belum mendapat vaksin booster.
Di sisi lain survei lapangan telah telah dilakukan untuk jalur mudik. Baik jalan arteri di tengah kota, jalur alternatif di Boyolali utara maupun jalan tol. Guna menghindari penumpukan kendaraan, jalur-jalur alternatif disiapkan. Termasuk pemetaan jalur rawan kecelakaan dan kemacetan.
”Kami sudah melakukan survei titik-titik rawan yang perlu diantisipasi. Sehingga kami akan mendirikan tujuh pospam dan tiap polsek juga mendirikan pospam,” imbuhnya.
Ketujuh pospam tersebut yakni, sekitar Monumen Susu Murni, Boyolali Kota; Bangak, Banyudono; Pasar Ampel; exit tol Bandara Adi Soemarmo dan exit Tol Mojosongo. Kemudian, rest area jalan tol Solo-Semarang yang berada di Desa Gumukrejo, Kecamatan Teras. Yakni di Rest Area 487 A dan Rest Area 487 B.
Kasatlantas Polres Boyolali AKP Yuli Anggraeni mengatakan ada sejumlah titik rawan kecelakaan lalu lintas di jalur arteri. Pihaknya telah melakukan pemetaan jalur. Ada enam penggal jalan yang diwaspadai. Tiga penggal masuk daerah rawan laka.
Yakni jalur Kenteng, Penggung, Boyolali Kota; Boyolali Kota - Banyudono atau perbatasan Boyolali dengan Colomadu, Karqnganyar serta Boyolali- Kartasura, Sukoharjo.
”Jalur paling rawan, pertama, penggal jalan pertigaan Kenteng sampai terminal bus Penggung, Boyolali Kota. Sepanjang jalur itu termasuk tingkat rawan I (Laka,red)," katanya. (rgl/adi/dam) Editor : Damianus Bram