Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Baru 1 Jam Dibuka, 7,4 Ton Migor Curah Langsung Ludes Diburu Pembeli

Damianus Bram • Kamis, 21 April 2022 | 01:36 WIB
MULAI TERSEDIA: Antrean pembeli minyak goreng curah di Agen Toko Pasar Sunggingan, kemarin (20/4). Pasokan mulai lancar sejak minggu lalu. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
MULAI TERSEDIA: Antrean pembeli minyak goreng curah di Agen Toko Pasar Sunggingan, kemarin (20/4). Pasokan mulai lancar sejak minggu lalu. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
BOYOLALI – Minyak goreng (migor) curah mulai tersedia di Pasar Sunggingan, Boyolali Kota. Stok migor ini sudah ada sejak minggu lalu dan langsung diborong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) maupun pedagang eceran pasar. Sedangkan pembelian migor curah dibatasi, satu KTP hanya bisa membeli satu jeriken.

Pantauan di Pasar Sunggingan, ada toko agen migor curah terbesar. Toko Sumber Rejeki ini mampu menampung 7,4 ton migor curah. Tampak lalu lalang pembeli mulai dari pelaku UMKM maupun pedagang sembako antre membeli. Mereka membawa selembar kertas fotokopi KTP sebagai syarat membeli migor.

Agen migor curah Toko Sumber Rezeki Pasar Alim Sugiyarto mengatakan, pasokan migor curah mulai lancar sejak minggu lalu. Ini kali ketiga dia mendapatkan pasokan migor curah dari distributor Semarang. Setiap pasokan dia mendapatkan 7.400 kilogram migor curah yang ditampung dalam tangki penyimpanan.

”Baru ada minggu kemarin. Begitu dibuka, satu jam sudah habis 7,4 ton migor. Karena sebelumnya kan sempat susah dapatnya. Untuk harganya Rp 15.500 per kilogram,” jelasnya saat ditemui Jawa Pos Radar Solo, Rabu (20/4).

Sesuai arahan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), diberlakukan pembatasan pembelian. Setiap orang harus menyerahkan satu fotokopi KTP dan hanya bisa mendapatkan satu jeriken seberat 17 kilogram. Harga satu jeriken migor curah senilai Rp 263.500. Tujuannya agar ada pemerataan pembeli yang mendapatkan migor.

”Yang beli warga sekitar Boyolali. Ini perlahan mulai normal lagi pasokannya. Sebelumnya saya minta dua bulan terakhir nggak ada barangnya. Jadi ini, kalau habis lagi kita minta lagi. Karena satu tangki bisa habis sehari. Apalagi jelang Lebaran banyak UMKM goreng dan pasar-pasar yang butuh,” katanya.

Salah seorang pembeli asal Karanggeneng, Boyolali Kota Ahmad Suwandi mengaku sangat terbantu dengan ketersediaan migor curah. Sebagai pelaku UMKM ayam dan keripik usus, dia sangat kesulitan.

”Baru tiga kali ini ada (migor curah,red), biasanya adanya di Solo. Itu pun nggak pernah kebagian. Ini saya ambil tiga jeriken, pakai KTP istri juga. Karena tiap hari kita harus produksi. Kemarin sempat nekat pakai migor kemasan, ya buat bertahan saja meski nggak untung,” katanya.

Kapolsek Boyolali Kota AKP Joko Winarno mengatakan pasokan migor mulai ada dan sudah disebar ke masyarakat. Namun, diberlakukan pembatasan pembelian untuk pemerataan. Pembeli juga harus melampirkan fotokopi KTP yang nantinya akan diserahkan pada dinas terkait.

”Kami juga melakukan pengamanan, terutama untuk protokol kesehatan (prokes). Pengaturannya setiap 30 antrean distop dulu. Begitu selesai lanjut lagi 30 antrean agar menghindari kerumunan. Karena mengingat kondisi pasar juga. Pengamanan ini juga untuk mengantisipasi tindak pidana lain,” jelasnya.

Sedangkan ketersediaan migor curah baru ada di Pasar Sunggingan yang mendapat pasokan dari Semarang. Untuk Pasar Boyolali Kota belum ada pasokan. Lantaran distributor migor curah dari Klaten masih kosong. Pihaknya juga berkoordinasi terkait pembatasan pembelian migor. (rgl/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Pasar Sunggingan #migor curah #minyak goreng #Stok Migor Curah