Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Berbagi Kebahagiaan, Vesmet Ajak Anak Yatim Keliling dengan Vespa Lawasan

Damianus Bram • Senin, 25 April 2022 | 00:40 WIB
BERBAGI KEBAHAGIAAN: Anggota komunitas vespa Metuk (Vesmet) ajak anak yatim di desa Metuk keliling menaiki vespa tua, Minggu (24/4). (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
BERBAGI KEBAHAGIAAN: Anggota komunitas vespa Metuk (Vesmet) ajak anak yatim di desa Metuk keliling menaiki vespa tua, Minggu (24/4). (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
BOYOLALI - Berbagi dengan sesama tak harus wah dan mewah. Seperti yang dilakukan komunitas vespa Metuk (Vesmet) yang digawangi warga Desa Metuk, Mojosongo ini. Belasan anggota komunitas vespa keluaran 1970-an ini mengajak anak yatim di desa setempat untuk berkeliling naik vespa.

Terlihat belasan motor antik keluar dari salah satu garasi mobil warga Dusun/Desa Metuk. Dan acara yatiman digelar, dikemas dengan lebih sederhana namun tak kalah ceria. Tak lama berselang, anak-anak yatim setempat diajak berkeliling kampung. Menaiki vespa tua seperti vespa tipe 150 sprint v, P150x, 150 super, Piaggio VBB dan lainnya. Baru dilanjutkan dengan tausiah dan buka bersama.

Kepala Desa Metuk, Mojosongo, Wukir Santoso mengatakan komunitas vesmet telah terbentuk sejak awal pandemi. Meski berumur muda, vesmet kerap menggelar bakti sosial untuk kepedulian dengan sesama. Termasuk kegiatan peduli anak yatim. Ada sekitar 59 anak yatim dan piatu di Desa Metuk yang mendapatkan santunan.

"Kami melakukan kegiatan peduli anak yatim. Kami mengajak jalan anak-anak keliling. Juga mengenalkan cara naik vespa dan mengendalikan vespa. Meski usia vespa sudah tua tapi bisa dinaiki," jelasnya pada Minggu (24/4).

Ada 25 orang anggota vesmet baik yang berasal dari Desa Metuk maupun luar desa. Seperti Wakil Bupati (Wabup) Boyolali, Kepala Dinas, Kajari Solo dan lainnya. Kegiatan sosial ini kerap dilakulan. Selanjutnya pihaknya juga akan menyambango panti asuhan dan baksos lainnya.

Di sisi lain, berburu motor antik ini juga tak mudah. Seperti cerita vespa paggio VBB tahun 1992 yang didapat dari Purworejo. Kali pertama didapat bentuk vespa ini sudah tak karuan. Sehingga perlu dilakukan restorasi. Meski sparepart juga mudah didapat. Namun, proses perbaikan vespa tersebut memaķan biaya hingga Rp 70 juta.

"Kalau restorasi full paling tidak butuh waktu 4-5 bulan dengan budget termurah bisa puluhan juta. Namun, perfoma vespa masih aman dan lancar. Bahkan sanggup menanjak hingga Tawangmangu, Karanganyar tanpa masalah," katanyamm.

Sementara itu, Wakil Bupati sekaligus anggota Vesmet, Wahyu Irawan mengatakan kegiatan vesmet peduli anak yatim akan menjadi kegiatan rutin. Serta menjadi media untuk bersilaturahmi dengan masyarakat. Dia berharap kegiatan ini memberikan manfaat dan berdampak baik untuk pembinaan mental serta spiritual.

"Akan banyak kegiatan yang akan dilakukan vesmet. Kalau berbagi itu mudah, insyaAllah akan rutin kegiatan baik santunan anak yatim maupun baksos lainnya. Seperti program RTLH (Rumah tak layak huni). Ada 57 RTLH di Desa Metuk dan tahun ini dianggarkan baru 30 rumah. Maka monggo kalau vesmet bisa berpartisipasi disitu," terangnya.

Dia juga berharap, vesmet merambah kegiatan sosial seperti pemberian bansos, bantuan langsung tunai (BLT) dan lainnya. Bantuan ini bisa menyasar masyarakat yang tidak menerima bantuan karena terkendala administrasi. "Vesmet bisa masuk ke ranah itu. Membantu masyarakat yang tidak kebagian BLT. Padahal benar-benar membutuhan tapi ora uman (Tidak kebagian,red)," pungkasnya. (rgl/dam) Editor : Damianus Bram
#Vesmet Berbagi #Komunitas vespa Metuk #Vesmet Ajak Anak Yatim Keliling #Wakil Bupati Boyolali Wahyu Irawan #Vespa Metuk