Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali, Cipto Budoyo melalui Kabid Pengembangan dan Keselamatan Dishub Boyolali, Didik Riyanto menjelaskan pemantauan arus pemudik terus dilakukan. Salah satunya dengan traffic countinue dan sistem kendali lalu lintas kendaraan atau area traffic control system (ATCS). Hasilnya terjadi peningkatan volume kendaraan di jalur arteri.
"Volume kendaraan yang melintas di Boyolali pada seminggu sebelum lebaran mengalami peningkatan. Walaupun belum terlalu signifikan. Peningkatan volume kendaraan masih kisaran 4-5 persen," terangnya, Rabu (27/4) kepada Jawa Pos Radar Solo.
Pemantauan ATCS dilakukan di beberapa lampu merah. Hasil pada pemantauan volume kendaraan yang melintas meningkat, seperti di Simpang empat Surowedanan, Boyolali Kota mengalami peningkatan volume sebanyak 9.848 kendaraan. Lalu simpang empat Jalinan, Teras sebanyak 5.722 kendaraan dan simpang Wika, Mojosongo sebanyak 6.007.
Kemudian di simpang tiga Randusari, Teras dilintasi sebanyak 8.692 kendaraan; simpang tiga Bangak, Banyudono dilintasi sebanyak 7.318 kendaraan dan simpang Ngangkruk, Banyudono dilintasi sebanyak 7.881 kendaraan. Sejauh ini, arus lalu lintas terlihat padat namun, lancar.
"Sampai Selasa (26/4) kemarin belum ada kemacetan. Tapi kita prediksi ke depan akan terjadi kemacetan di jalan nasional, provinsi maupun kabupaten. Juga tempat-tempat wisata serta pasar tumpah. Karena saat ini banyak masyarakat yang sudah libur dan mudik lebih awal," katanya.
Untuk prediksi kemacetan pada jalan nasional itu, titik macet ada di jembatan Bakalan, Ampel dan exit tol Ngasem, Karanganyar ke barat atau arah Banyudono. Sedangkan jalur Provinsi yakni jalan Solo-Selo Borobudur (SSB). Diperkirakan, pemudik dengan tujuan Magelang akan memilih jalur ini. Kemudian untuk jalan Kabupaten yang diwaspadai mulai dari exit tol Mojosongo.
Diprediksi, pemudik dengan tujuan Klaten dan Jogja akan memilih keluar dari exit tol ini. Kemudian menuju Klaten melalui Butoh, Mojosongo dan jalur alternatif lain yang telah disiapkan. Pihaknya juga mengerahkan 40 personil yang berjaga di empat pos pengamanan (Pospam). Seperti Pospam Ampel, Pospam Susu Tumpah, Boyolali Kota, lalu pospam rest area B, serta pospam Bangak, Banyudono.
"Masa arus mudik mulai Senin- Mingu (25/4 -1/5). Dan puncak arus mudik diprediksi terjad pada tanggal 29 dan 30 April. Kondisi arus lalu lintas mengalami peningkatan di karenakan masyarakat sudah banyak yang libur lalu mudik lebih awal. Kami juga mengimbau supaya mudik awal untuk mengurangi kemacetan di puncak mudik. Dan jangan mudik menggunakan sepeda motor, karena berisiko," katanya.
Lalu lintas jelang H-7 lebaran di tol Semarang-Solo juga meningkat. Peningkatan traffic pemudik naik 20 persen. Termasuk pemudik yang beristirahat di rest area kilometer (KM) 487 A. Di hari biasa, kendaraan yang masuk ke rest area berkisar 450 kendaraan kecil dan besar. Sedangkan saat weekend berkisar 740 kendaraan. Namun, sejak Sabtu (23/4) traffic kendaraan meningkat. Dalam sehari lebih dari 750 kendaraan mampir di rest area yang terletak di Teras ini.
"Kenaikan sekitar 20 persen sejak Sabtu lalu. Rata-rata memang pemudik, karena imbauan pemberintah ada pemudik yang curi start," jelas Manajer Aset Menejemen Trans Marga Jateng (TMJ), Dwi Suryanto.
Pihaknya memprediksi lonjakan kendaraan terjadi pada 28-30 April. Sebab, pemberangkatan pemudik gratis dan lainnya dimulai 28 April. Sehingga tumpukan kendaraan di rest area Boyolali diprediksi terjadi pada 29-30 April. Apalagi, mudik kali ini mendapatkan izin setelah dua tahun puasa. Euforia pemudik diprediksi meningkat. (rgl/dam) Editor : Damianus Bram