Kapolres Boyolali AKBP Asep Saefudin mengatakan, ratusan anggota perguruan silat yang datang dari luar daerah. Seperti Salatiga, Semarang, Sragen, dan Karanganyar.
”Saat ini situasi sudah kondusif. Sudah kami pulangkan. Tapi sebanyak 20 orang masih kami mintai keterangan,” jelasnya, Rabu (11/5).
Asep menambahkan, kejadian tersebut dipicu salah satu kelompok bela diri yang menuntut agar kasus pengeroyokan pada 4 Mei lalu segera diusut tuntas. Kasus pengeroyokan tersebut telah ditangani penyidik Polres Boyolali. Sayangnya, situasi bertambah panas usai muncul berita hoaks yang bersliweran. Yakni ada satu anggota perguruan yang dianiaya hingga meninggal dunia. Padahal tidak ada kasus tersebut.
”Saat ini sudah berhasil dinetralisir. Yang bersangkutan dalam kondisi sehat dan sudah membuat testimoni guna meredakan situasi yang ada,” terangnya.
Asep mengingatkan agar masyarakat tidak mudah termakan berita hoaks. Masyarakat diminta untuk memverifikasi terlebih dahulu jika menerima informasi. Pasalnya, jika informasi dimakan mentah-metah akan berdampak buruk. Seperti kejadian di Andong kemarin.
”Kabar yang diterima jangan langsung ditelan mentah- mentah, tolong dicek dulu kebenarannya,” imbuhnya.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa batu dan senjata tajam.
Warga Kacangan, Andong Tegar Utomo mengatakan situasi mencekam sejak beberapa hari terakhir. Karena sudah muncul informasi dua peguruan silat yang akan bentrok. Lalu pada Selasa malam terjadi pengerahan massa lagi dari dua kelompok perguruan silat tersebut.
”Mencekamnya itu sudah sejak H+7 Lebaran. Banyak informasi-informasi yang bersliweran. Lalu pada Selasa malam sampai Rabu dini hari itu banyak massa perguruan silat yang ngumpul di sini,” katanya. (rgl/adi/dam) Editor : Damianus Bram