Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kecelakaan Maut Truk Kontainer di Banyudono, Warga:Ada Suara Brak dan Bau Oli

Syahaamah Fikria • Selasa, 17 Mei 2022 | 16:31 WIB
Petugas damkar membersihkan jalan raya usai kecelakaan maut di timur SPBU Teras, tepatnya di Dusun Krungkeman, Ketaon, Banyudono, Selasa (17/5). (RAGIL L/RADAR SOLO)
Petugas damkar membersihkan jalan raya usai kecelakaan maut di timur SPBU Teras, tepatnya di Dusun Krungkeman, Ketaon, Banyudono, Selasa (17/5). (RAGIL L/RADAR SOLO)
BOYOLALI - Selasa pagi (17/5) usai azan Subuh berkumandang, warga Teras dan Banyudono, Boyolali dikejutkan dengan suara dentuman keras dari arah jalan raya Solo-Semarang. Suara dentuman keras itu ternyata berasal dari dua kendaraan berat, truk kontainer dan truk trailer bermuatan rokok yang saling bertabrakan hingga menyebabkan dua korban tewas.

Warga Desa Nglarangan, Teras, Supriyadi mengaku kaget. Terdengar bunyi 'braakk' dari arah Jalan Solo-Semarang. Tanpa berpikir panjang, dia lantas meninggalkan kasur dan berlari ke jalan raya yang terletak di utara rumahnya. Beberapa warga tampak sudah berkumpul. Sedangkan kondisi kedua kendaraan berat tersebut sudah rusak parah.

"Saya udah ngeh, itu pasti ada kecelakaan. Kami mau menolong, tapi tau kondisi begitu ya kami tidak berani. Sopir sudah tengkurap dan terpental 15 meter. Yang satunya kejepit kabin depan. Kondisinya begitu, jadi kami hanya bantu lalu lintas saja," ungkapnya pada Jawa Pos Radar Solo.

Kecelakaan maut yang melibatkan dua kendaraan berat itu terjadi timur SPBU Teras, tepatnya di Dusun Krungkeman, Ketaon, Banyudono. Kecelakaan menewaskan dua orang, sopir dan kenek truk kontainer

Sedangkan sopir trailer mengalami luka memar di bagian kiri wajahnya. Usai kejadian, kondisi jalan dipenuhi oli dan darah korban. Petugas pemadam kebakaran (damkar) lantas melakukan pembersihan di lokasi. Terlihat petugas menaburkan pasir di sekitar lokasi untuk menutup oli.

Kesaksian juga diungkapkan Sunardi, warga sekitar yang memiliki toko di pinggir jalan Semarang-Solo, tepat di depan lokasi kejadian. Pagi itu, dia hendak membuka toko ban miliknya. Dia kaget mendengar bunyi tabrakan yang cukup keras. Dia lantas keluar, dan sudah menemukan korban tergeletak di depan tokonya.

"Saya setelah Subuhan, dengar "bluaar", terus baru solar. Saya kira truk BBM terbakar. Begitu keluar sudah kondisi korban di depan toko pas. Saya langsung ambil tikar buat nutup. Sedangkan satunya terjepit di kabin. Sudah meninggal semua. Kalau sopir truk trailer masih sadar," jelasnya.

Kecelakaan maut terjadi saat truk kontainer dengan nomor polisi (nopol) L 8014 UJ melaju dari arah timur ke barat di Jalan Solo-Semarang. Truk sempat oleng ke kanan dan melintasi median jalan. Tak disangka dari arah barat melaju truk trailer muatan rokok dengan nomor polisi AG 8842 AH yang lansung menabrak. Truk trailer tersebut lantas oleng ke kanan dan ringsek dengan jarak sekitar 50 meter. Akibatnya, dua orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi. (rgl/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#kecelakaan #banyudono #truk kontainer vs truk box #kecelakaan maut