Hal tersebut diungkapkan Kanit Penegakkan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Boyolali Ipda Budi Purnomo.
"Masih dalam lidik, tapi kalau melihat kondisi di lapangan penyebab utama dalam kecelakaan diduga karena kelalaian sopir truk kontainer yang dari arah timur. Karena masuk ke jalur yang tidak sesuai peruntukannya (lajur arah Solo,red)," jelas Budi, Kamis (19/5).
Dia mengamini sampai saat ini hasil TAA Ditlantas Polda Jateng memang belum keluar. Namun, TAA tersebut hanya menggambarkan situasi sebelum, saat dan setelah kejadian. Sedangkan hasil di lapangan menunjukan bahwa truk kontainer dari arah timur oleng hingga melewati median jalan. Hingga membuat head truck berada di lajur berlawanan.
"Kami juga cari closed circuit televison (CCTV), tapi tidak ada yang mengarah ke sana. Termasuk yang di SPBU Teras," ungkap dia.
Sebagai informasi, kecelakaan maut terjadi di Dusun Krungkeman, Ketaon, Banyudono pada Selasa (17/5) pukul 04.30. Truk kontainer dengan nomor polisi (nopol) L 8014 UJ melaju dari arah timur ke barat di jalan Solo-Semarang.
Truk kontainer dikemudikan oleh warga Dusun Mojodadi RT 02 RW 01, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, Jombang, Satuman, 46. Satuman berkendara ditemani anaknya, Agung Susatyo,18. Mereka mengangkut tepung yang akan dibawa ke pabrik sosis di Teras.
Truk kontainer tersebut oleng ke kanan dan melintasi median jalan. Posisi kepala memalang di arah berlawanan. Naas, dari arah barat melaju truk trailer muatan rokok dengan nomor polisi AG 8842 AH. Trailer tersebut dikemudikan Eko Wahyudi, 43, warga Dusun Dlopo RT 20 RW 03, Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem, Kediri.
Trailer langsung menabrak kepala kontaiter yang masuk badan jalan. Truk trailer tersebut lantas oleng ke kanan dan ringsek dengan jarak sekitar 50 meter.
Akibat kecelakaan itu, dan sang anak meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementra sopir dan kenek truk trailer pengangkut rokok selamat. (rgl/ria) Editor : Syahaamah Fikria