Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Waspada Cuaca Ekstrem di Gunung Merbabu, Sarankan Pendaki Pemula Bawa Pemandu

Syahaamah Fikria • Kamis, 2 Juni 2022 | 23:22 WIB
DIMINATI: Pendakian Gunung Merbabu via Selo, Boyolali. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
DIMINATI: Pendakian Gunung Merbabu via Selo, Boyolali. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
BOYOLALI - Cuaca ekstrem melanda Gunung Merbabu. Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) mengimbau para pendaki waspada dan menyiapkan rencana pendakiannya dengan matang. Bahkan, untuk pendaki pemula disarankan membawa pemandu lokal.

Kepala BTNGMb Junita Parjanti mengatakan cuaca ekstrim hampir merata. Pihaknya juga memantau kondisi cuaca terutama di puncak Merbabu. Update info cuaca juga diterima dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah. Cuaca ekstrim akhir-akhir ini sering melanda. Menyebabkan hujan deras dan badai.



"Curah hujan tinggi. Badai ya tetap ada. Beberapa pendaki itu juga (menginformasikan,Red) sering ada badai juga di atas (kawasan TNGMb)," kata Junita kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (2/6).


Namun, sampai saat ini cuaca ekstrem tak menyebabkan hal fatal pada pendaki, sehingga tidak perlu ada evakuasi pada pendaki karena cuaca buruk. Selama ini rata-rata pendaki yang harus dievakuasi karena mengalami kaki terkilir dan hipotermia alias mengalami penurunan suhu tubuh secara drastis yang berpotensi berbahaya.


"Alhamdulillah, kalau (evakuasi,Red) karena cuaca itu tidak ada. Rata-rata mereka yang dievakuasi itu karena terkilir atau hipotermia. Makanya saya mengimbau agar pendaki menyiapkan sarana prasarana pendakian dengan matang dan mendaki dalam kondisi sehat," terangnya.


Junita meminta agar para pendaki membawa barang bawaan yang dibutuhkan. Persiapan pendakian harus disiapkan secara matang untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Dia juga menyarankan pendaki pemula agar membawa pemandu lokal yang lebih berpengalaman.


"Apalagi untuk pemula-pemula, kami sangat menyarankan membawa pemandu. Bisa pemandu-pemandu lokal itu juga sangat berpengalaman. Lebih safety kalau dengan pemandu," papar dia.


Di sisi lain, animo pendakian Gunung Merbabu sangat tinggi. Saat ini, BTNGMb membuka 50 persen dari kuota pendakian. Tiap akhir pekan, kuota pendakian selama pandemi ini selalu penuh. Sedangkan di hari biasa juga terisi setengah kuota.


"Di jalur Selo di hari biasa, dari kuota 50 persen separonya terisi. Karena mereka sudah nggak kebagian di weekend. Banyak juga pekerja yang cuti untuk mendaki di weekday. Artinya animo pendakian masih tinggi," katanya. (rgl/ria)


Editor : Syahaamah Fikria
#pendakian gunung #tngmb #gunung merbabu #hypotermia #cuaca esktrem #pendaki