Kepala UPT Pasar Hewan Disdagperin Boyolali Sapto Hadi Darmono mengatakan, penutupan pasar hewan kembali diperpanjang sampai batas waktu yang belum ditentukan. Pertama, mengacu pada Keputusan Menteri Pertaian nomor 500.1/KPTS/M/06/2022 terkait penetapan daerah wabah PMK. Ada 19 daerah yang masuk dalam daerah wabah. Kemudian pasar hewan di sekitar Boyolali masih ditutup.
”Ditakutkan ketika dibuka, jangan-jangan hewan di luar Boyolali masuk ke Boyolali. Selain itu juga mencegah penularan PMK itu antarpeternak, antarpedagang. Kalau pasar ditutup sangat membantu untuk mengurangi penularan,” jelasnya, Senin (4/7).
Selain itu, seluruh sapi dan kerbau saat ini tengah dilakukan vaksin PMK. Sehingga petugas Disnakan sedang fokus pada pelaksanaan vaksin. Jika nekat dibuka, dikhawatirkan tidak ada petugas kesehatan ternak yang mengecek.
”Kami sudah matur Pak Bupati, karena sudah ada SK Kementerian Pertanian. Ini sudah ada penetapan daerah wabah untuk 19 provinsi di Indonesia. Di dalamnya adalah provinsi Jawa Tengah. Dan di dalamnya lagi adalah Kabupaten Boyolali,” katanya.
Sesuai SK Kementan tersebut, ada pelarangan pembukaan pasar hewan. Kecuali memenuhi persyaratan teknis. Sedangkan persyaratan tersebut harus melalui sejumlah pengkajian. Sehingga pasar hewan akan ditutup lagi sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Penetapan wabah ini didasarkan pada laporan Disnakan ke sistem informasi kesehatan hewan Indonesia (Isikhnas).
”Ada kajian bahwa suatu provinsi jika 50 persen daerahnya itu suspek atau merah semua itu bisa dikatakan wabah. Dan Boyolali sudah masuk kategori wabah PMK berdasarkan isian kita ke Isikhnas. Sehingga kita mengacu pada pelarangan tersebut. Sehingga kebijakan penutupan pasar pasar hewan diperpajang sampai pemberitahuan lebih lanjut,” terangnya.
Dalam SK Kementan tersebut, ada 19 kecamatan di Boyolali Kota yang masuk daerah wabah. Yakni, Ampel, Andong, Banyudono, Boyolali Kota, Cepogo, Juwangi, Karanggede, Kemusu, Klego, Mojosongo, Musuk, Ngemplak, Nogosari, Sambi, Sawit, Selo, Simo, Teras dan Wonosegoro.
Sedangkan perkembangan kasus PMK di Boyolali. Ternak suspek sebanyak 4.642 ekor dan positif PMK 32 ekor. Sedangkan ternak yang mati 39 ekor dan potong paksa 7 ekor. Sedangkan angka kesembuhan ternak mencapai 779 ekor. Kemudian sisa kasus masih 3.849 ekor. Sedangkan sapi yang sudah divaksin mencapai 1.896 ekor. (rgl/adi/dam) Editor : Damianus Bram