Warga Mojosongo Digegerkan Teror Ular di Tengah Jalan: Hilang saat Diburu
Syahaamah Fikria• Rabu, 13 Juli 2022 | 22:07 WIB
Tangkapan layar video warga yang merekam ular sanca kembang saat melintas di tengah jalan. (ISTIMEWA)
BOYOLALI - Warga Kampung Pomah, Kelurahan/Kecamatan Mojosongo digegerkan dengan ular sanca kembang yang kerap melintas di jalan. Bahkan ada warga pengendara motor yang hampir terjatuh karena tak sengaja melindas ular tersebut. Warga sempat memburu keberadaan ular tersebur. Namun, hasilnya nihil.
Teror ular ini sudah terjadi beberapa bulan terakhir. Ada dua lokasi yang biasanya dilewati ular sepanjang 4-6 meter itu. Lokasi pertama di jalan belakang Puskesmas Mojosongo ke selatan. Tepatnya di depan pemakaman Kampung Pomah. Serta di jalan kampung yang dekat dengan jurang. Ular saca kembang menampakan diri pada malam hari.
Salah satu warga setempat, Ibnu Setiadi mengatakan, dia bersama temannya berpapasan dengan ular tersebut pada 17 Juni lalu. Saat itu, dia hendak pulang dan melintas di jalan selatan Puskesmas Mojosongo. Dia melintas sekitar pukul 21.00. Saat tiba di lokasi sorot lampunya melihat benda melintang dan bergerak ke arah makam. Setelah disorot lampu jarak jauh, ternyata ular sanca kembang.
"Saya naik motor, kan mantul ya. Lalu saya sorot jarak jauh (lampu motor,Red) dan ular besar. Ular tersebut menyeberang dari barat ke timur (menuju makam,Red). Panjang ya, kepalanya sudah di sisi timur jalan tapi ekornya di barat jalan. Ularnya memenuhi jalan," terang Ibnu pada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (13/7).
Padahal jalan tersebut memiliki lebar sekitar empat meter. Karena kaget melihat ular sebesar betis orang dewasa, Ibnu memilih berhenti. Menunggu ular tersebut menyeberang jalan. Dia juga sempat merekam ular sanca kembang yang melintang di jalan tersebut. Video tersebut lantas menggegerkan warga kampung.
"Pas pertama lihat riilnya kemungkinan nyata benar (ular asli,red). Karena ada juga warga lain yang papaasan. Masyarakat juga sering menyebut 'Mbah' karena sering keluar malam-malam. Kita juga sempat nyari dan nyisir lokasi ularnya lewat, tapi selalu hilang," katanya.
Lurah Mojosongo Sugeng Budi Mulato membenarkan teror ular yang melintas di jalan tersebut. Penampakan ulah tersebut memang kerap terjadi. Menurutnya, ular jenis sanca kembang ini memang hidup dan berkembang biak di situ. Sehingga bukan ular jadi-jadian seperti dugaan yang berkembang.
"Kalau saya, itu ular sungguhan. Bukan ular jadi- jadian atau siluman. Itu sejenis ular sawah kembang atau sanca. Saya juga pernah nemuin sendiri. Karena lewatnya itu kalau nggak di jalan dekat makam ya di jalan dekat jurang. Tapi kalau jumlahnya nggak tau," terangnya.
Selain itu, wilayah Kampung Pomah masih cukup banyak area ladang. Kondisi tanahnya juga berkontur sehingga bisa dimanfaatkan ular untuk membuat sarang. Di lokasi sekitar juga ada saluran air yang cukup dalam.
Upaya mencari keberadaan ular sanca kembang tersebut sudah dilakukan. Warga sekitar pernah membersihkan rumpun bambu di jurang. Tujuannya agar tidak menjadi sarang ular. Saat membongkar rumpun bambu tersebut, warga mendapati puluhan telur ular. Ada yang masih utuh, ada pula bekas yang sudah ditetaskan.
Upaya lainnya, warga pernah mengundang pawang ular. Namun, hingga kini belum ada hasil. Bahkan ular terssbut masih sering muncul.
"Pernah ada warga naik motor dan menabrak ular itu. Hampir jatuh, ularnya juga diam saja. Selama ini sih belum sampai membahayakan atau memangsa ternak ayam dan unggas warga. Paling hanya memangsa tikus yang biasanya menyerang tanaman jagung dan ketela," pungkasnya. (rgl/ria)