Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, kejadian bermula saat Kasiyem selesai memasak dengan tungku kayu bakar pada Sabtu (24/7) malam. Selesai memasak, dia lantas memadamkan api dengan menyiramkan air. Kasiyem merasa api sudah padam. Dia lantas meninggalkan tungku kayu bakar begitu saja.
Apesnya, sekitar pukul 23.58 api sudah melalap sebagian dinding kayu rumah tersebut. Api diduga berasal dari bara yang belum padam sempurna. Api lantas menjalar ke rumah berdinding kayu berukuran 6x10 meter persegi tersebut. Beruntungnya, pasangan suami istri (Pasutri) dan tiga keluarga lainnya berhasil menyelamatkan diri. Namun, rumah beserta isinya ludes dilalap jago merah.
Kabid Damkar Satpol PP Boyolali, Dono Rumekso mengatakan menerima laporan tersebut tengah malam. Pihaknya langsung menerjunkan tiga unit mobil pemadan kebakaran (Damkar). Meski warga berupaya melakukan pemadaman manual, namun, api sudah membesar dan sulit dipadamkan.
"Kami menerjunkan tiga unit mobil damkar. Kami sampai di lokasi pada pukul 00.21 (24/7) dan langsung melakukan pemadaman. Untuk pemadaman sendiri berlangsung selama 1 jam 5 menit. Tapi kondisi api sudah membesar," jelasnya pada Minggu (24/7).
Dono menjelaskan, rumah korban semi permanen dengan kerangka kayu. Sehingga mudah terbakar. Pihaknya juga belum bisa menaksir kerugian materiil akibat kebakaran ini. Sebab, rumah beserta isinya terbakar habis. Dia menjelaskan petugas masih melakukan pendataan.
"Penyebabnya diduga saat mematikan bara api setelah memasak di tungku itu belum padam sempurna. Api langsung merembet ke dinding rumah yang masih kayu. Kalau kerugiannya masih dalam pendataan, karena isinya juga terbakar," katanya.(rgl/dam) Editor : Damianus Bram