Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pengakses Kartu Prakerja di Tahun 2021 Capai 12.775

Damianus Bram • Selasa, 26 Juli 2022 | 05:15 WIB
SUGENG PRIYANTO selaku Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja, Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja Boyolali
SUGENG PRIYANTO selaku Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja, Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja Boyolali
BOYOLALI – Program kartu prakerja dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia akan berlanjut. Pendaftaran kartu Prakerja gelombang 38 sudah dibuka sejak Minggu (24/7). Program ini juga menarik banyak minat pemuda yang belum bekerja. Setidaknya, ada 12.775 warga Boyolali yang mengikuti program ini pada 2021 lalu.

”Pada 2021 ada 12.775 pencari kerja (pencaker) yang mendaftar kartu prakerja. Pendaftaran dilakukan secara online dan di bawah naungan kementerian atau provinsi. Sehingga kami, dari daerah kesulitan mengangkes untuk melihat berapa pendaftar dari Boyolali saat ini,” kata Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja, Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja Sugeng Priyanto, Senin (25/7).

Ditanya soal animo masyarakat, Sugeng menilai cukup tinggi. Sebab pada 2021 peserta yang lolos program ini sudah belasan ribu. ”Pendaftarnya otomatis lebih banyak lagi,” imbuhnya.

Apalagi, masyarakat yang lolos program prakerja ini akan mendapatkan biaya prlatihan sebesar Rp 1 juta. Nantinya, dapat digunakan untuk membeli pelatihan di platform digital mitra. Penerima juga akan mendaparkan insentif uang tunai. Yakni, insentif pasca pelatihan pertama sebesar Rp 600 ribu selama empat bulan. Kemudian, insentif pasca pengisian survei evaluasi sebesar Rp 50 ribu per survei untuk tiga kali survei.

Di sisi lain, jumlah pencari kerja (pencaker) cukup tinggi. Hal tersebut dilihat dari pencari kartu kuning yang mencapai 7-8 ribu orang tiap tahunnya. Pengajuan kartu kuning ini bisa dilakukan secara online maupun langsung ke lokasi.

”Rata-rata pencari kerja usia produktif. Didominasi lulusan SMA dan SMK, tapi lulusan sarjana, SMP maupun SD juga ada, asalkan sudah memiliki KTP. Kemudian pencaker dari Januari -Juni ini sudah mencapai 3.660 orang,” jelasnya.

Sedangkan pada 2021, jumlah pencaker mencapai 7.829 orang. Meski jumlah pencaker cukup tinggi, angka loker di Kota Susu sangat mencukupi. Pada 2021 ada 16.637 loker. Sedangkan tiap tahunnya angka loker mencapai belasan ribu. Loker didominasi perusahaan dan pabrik garment yang tersebar di beberapa kecamatan. (rgl/adi) Editor : Damianus Bram
#Program Prakerja #Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja Boyolali #Pencaker #kartu prakerja