Petugas Satpol PP lantas menanyakan identitas BW. Saat itu, remaja laki-laki ini mengaku tinggal di Sawit. Petugas lantas mengantar ke rumahnya. Tak disangka, ternyata BW tidur di samping makam ayahnya di Pemakaman umum, Klaseman, Gatak, Sukoharjo. Sudah dua bulan terakhir BW tidur di makam tersebut. Remaja tersebut lantas dibawa ke rumah singgah Dinas Sosial di Mojosongo.
"Sudah bingung tidak ada tempat lagi. Ya sudah saya tidur disitu, dekatnya (Makam,red) bapak saya," ungkap BW saat ditanya kenapa nekat tidur di makam bapaknya.
Anak terakhir dari lima bersaudara ini mengaku sudah tidur di makam sejak dua bulan terakhir. BW mengaku tidak memiliki rumah sendiri. Di sisi lain, dia ingin menemani bapaknya. Dia tidur disamping cungkup makam ayahnya. Dia sering msmbersihkan cungkup yang ditempatinya dan mencabuti rumput-rumput liar.
"Kalau ada kesempatan, saya ingin sekali mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK). Saya ingin maju," katanya.
Sementara itu, Kasi Penindakan Satpol PP Boyolali Tri Joko Mulyono, mengatakan remaja tersebut ditemukan saat petugas melakukan patroli di Boyolali Kota. Saat ditemukan, BW sedang mengamen dengan membersihkan kaca mobil dengan sulak. Setelah ditanya-tanya, remaja tersebut mengaku tinggal di Sawit.
"Tim patroli Satpol PP menemukan ada bocah sedang sulak-sulak mobil di lampu merah Surowedanan. Sesuai Perda Ketertiban Umum kan nggak boleh. Akhirnya, oleh tim patroli anak tersebut dibawa ke kantor untuk diberikan pembinaan," terangnya.
Pihaknya lantas memintai keterangan terhadap remaja tersebut. Termasuk identitas dan rumahnya. Dia mengaku kaget, saat bocah tersebut mengaku tinggal di sawit. "Ternyata nggak pulang ke rumah. Tapi tidurnya di kuburan. Ngakunya sudah sekitar dua bulanan ini tidur di sebuah cungkup makam di komplek pemakaman Klaseman, Gatak, Kabupaten Sukoharjo. Dekat perbatasan dengan Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali," pungkasnya.(rgl/dam) Editor : Damianus Bram