Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ratusan Pedagang Sapi Boyolali Gelar Aksi Desak Pembukaan Pasar 

Syahaamah Fikria • Senin, 22 Agustus 2022 | 20:58 WIB
Ratusan pedagang dan blantik menggelar demontrasi di Pasar Hewan Jelok, Senin (22/8) kemarin. (RAGIL L/RADAR SOLO)
Ratusan pedagang dan blantik menggelar demontrasi di Pasar Hewan Jelok, Senin (22/8) kemarin. (RAGIL L/RADAR SOLO)
BOYOLALI - Ratusan pedagang dan blantik menggelar demontrasi di Pasar Hewan Jelok, menuntut pembukaan pasar yang ditutup sejak Mei lalu. Selain itu, perwakilan paguyuban juga mendatangi DPRD Boyolali. Para pedagang mengancam, jika dalam waktu satu minggu tidak ada keputusan, mereka akan nekat berjualan di pasar meski belum diizinkan.

Ratusan pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Lembu Ireng dan Pasar Sapi Jelok memadati area pasar. Mereka memasang spanduk bernada protes seperti, "aturan ra mutu keluarga blantik kelaparan". Ada juga yang membawa replika sapi perah. Puluhan mobil pickup pengangkut sapi juga berjajar rapi. Mereka menunggu hasil audiensi pembukaan pasar hewan di DPRD Boyolali.

Kedatangan perwakilan paguyuban dari DPRD disambut riuh pedagang dan blantik sapi. Sekitar pukul 10.30, petugas humas paguyuban, Juni menyampaikan hasil audiensi.

Desakan untuk pembukaan pasar bersambut gayung. Pemkab menjanjikan pasar hewan bisa dibuka kembali pekan depan. Namun, hanya Pasar Hewan Jelok saja yang mendapat izin buka.

"Batin saya keloro-loro (sakit hati, Red) dan nangis. Dari pedagang dan blantik tidak ada pemasukan. Sedangkan bank ngoyak-ngoyak (menagih, Red). Paguyuban tetap minta pasar sapi buka. Wong tetangga sebelah, Klaten sudah dibuka kok Boyolali nggak? Ini kan bikin iri," tegas Juni saat audiensi berlangsung.

Dia juga menyayangkan sikap pemerintah lantaran tak ada kejelasan kapan pasar dibuka. Kemudian ketika terjadi perpanjangan penutupan, kata dia, seharusnya pedagang dan blantik dibeli penjelasan. Sehingga tidak ada rasa curiga dan memantik amarah.

Pedagang juga mengancam, jika tidak ada keputusan pembukaan pasar, mereka akan nekat berjualan di pasar. Meski tak ada izin.

"Karena kita akan tunggu seminggu. Kalau seminggu nggak ada keputusan, kami akan nekat jualan dipasar. Entah ada yang beli atau nggak. Namun, pertemuan tadi membuahkan hasil baik. Perintah tadi, malam Rabu Pahing (24/8) kita buka slametan di sini (Pasar Hewan Jelok, Red). Nanti bukanya Rabu Pahing atau paling lambat Senin Pahing (29/8)," katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Boyolali Marsono mendukung pembukaan pasar hewan. Namun, akan dilakukan uji coba terlebih dahulu pada Pasar Hewan Jelok, Cepogo. Baru, ketika aman bisa merambah ke empat pasar hewan lainnya di Boyolali. Di sisi lain, dia juga mewanti-wanti agar pedagang patuh dengan ketentuan SOP.

"Konsekuensinya, pedagang harus patuh jika ada ketentuan dari daerah. Misal, yang boleh dibawa hanya sapi sehat. Nanti ditentukan oleh satgas PMK. Lalu misal, yang boleh dibawa ke pasar sapi Boyolali hanya dari lokal. Maka jika diterapkan, sapi turun truk langsung disemprot, kaki dicelupkan di disinfektan. Dan sementara sapi lokal (Boyolali) saja. Yang ambil dari luar daerah, jangan dulu," tegasnya. (rgl/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#Pasar Hewan Ditutup #Pasar Hewan Jelok #pedagang sapi protes #dprd boyolali #PMK