Ada sepuluh indikator turunan tatanan lokal yang akan ditiru. Tak hanya itu, pendekatan fasilitas kesehatan juga dilakukan dengan jemput bola ke pasien.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Boyolali Insan Adi Asmono mengatakan, Kota Susu sukses mendapat penghargaan kabupaten sehat Swasti Saba Padapa. Pijakan tersebut akan direplikasi di tingkat kecamatan.
Ada sepuluh parameter yang akan diturunkan agar setiap kecamatan bisa meniru dan meningkatkan kesehatan masyarakat, yakni tatanan kehidupan sehat mandiri, tatanan permukiman, pasar rakyat sehat, sekolah sehat, tatanan rumah ibadah, tatanan pariwisata, tatanan transportasi, dan tertib lalu lintas jalan.
“Program ini diharapkan mampu menggerakkan komponen kewilayahan dan puskesmas serta semua stakeholder. Serta menjadi salah satu model pemberdayaan organisasi yang efektif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," bebernya, Jumat (2/9).
Di lain sisi, pemkab juga menyiapkan program akses dokter spesialis jiwa dan paru dengan layanan jemput bola ke pasien. Dokter akan melakukan visitasi ke rumah pasien untuk check up pertama pasca perawatan di rumah sakit.
Direktur Rumah Sakit Pandan Arang (RSPA) Boyolali F.X. Kristandiyoko menuturkan, pihaknya membuat program rumah sakit tanpa pagar. Yakni, dokter akan jemput bola untuk menangani pasien di rumah.
“Kami mengembangkan strategi rumah sakit tanpa pagar, dalam arti menghapus batasan layanan kuratif, rehabilitasi, promotif dan preventif,” ucap dia. (rgl/wa/dam) Editor : Damianus Bram