Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Mahasiswa Universitas Boyolali Geruduk DPRD, Minta Berantas Mafia BBM

Damianus Bram • Kamis, 15 September 2022 | 03:47 WIB
TURUN JALAN: Mahasiswa demo tolak kenaikan harga BBM. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
TURUN JALAN: Mahasiswa demo tolak kenaikan harga BBM. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
BOYOLALI – Seratusan mahasiswa Universitas Boyolali (UBy) menggeruduk DPRD Boyolali, Rabu (14/9) pagi. Mereka menentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Lantaran akan menimbulkan efek domino. Selain itu, mereka juga menuntut agar pemerintah memberantas mafia-mafia BBM.

Dimulai long march dari Masjid Ageng Kompleks Perkantan Setda menuju DPRD Boyolali sekitar pukul 10.30. Meraka menggelar orasi di depan pintu masuk DPRD. Mereka juga membawa berbagai macam poster penolakan. Seperti Tolak kenaikan harga BBM #ubymelawan, BBM Naik Rakyat menjerit curahan hati. Perwakilan mahasiswa masuk ke dalam untuk audiensi. Diterima langsung oleh Ketua DPRD Boyolali Marsono dan jajarannya.

Ketua BEM UBy Latiful A'la mengatakan, aksi demonstrasi ini untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Dia menilai, pemerintah tidak seharusnya menaikan harga BBM. Di tengah masa pemulihan pasca pandemi Covid-19. Padahal perekonomian masyarakat baru akan bangkit. Namun, justru pemerintah menjegal rakyat dengan menaikan harga BBM.

Dia juga mempertanyakan terkait jebolnya APBN. Serta BBM subsidi tidak tepat sasaran. Hal tersebut dinilai menyalahkan publik. Bahkan masyarakat diminta untuk mandiri.

”Dampak kenaikan BBM subsidi mulai terasa. Maka kami menolak tegas kenaikan BBM subsidi dan kami mendesak pemerintah bersungguh-sunggug memberantas praktik-praktik mafia BBM,” tegasnya.

Ketua DPRD Boyolali Marsono menilai positif aksi demonstrasi tersebut. Apalagi aksi ini dimotori oleh mahasiswa. Mereka mampu berfikir dan mengkritisi kebijakan pemerintah. Sedangkan terkait aspirasi dan empat poin tuntutan yang disampaikan mahasiswa, Marsono siap menampung aspirasi mereka.

”Kebijakan tersebut dibuat oleh pemerintah pusat. Kami tak memiliki kewenangan. Namun, kami tampung aspirasi mahasiswa,” terangnya. (rgl/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#kenaikan harga bbm #Mahasiswa UBy #universitas boyolali #dprd boyolali #Mafia BBM #Berantas Mafia BBM #UBy