Dimulai long march dari Masjid Ageng Kompleks Perkantan Setda menuju DPRD Boyolali sekitar pukul 10.30. Meraka menggelar orasi di depan pintu masuk DPRD. Mereka juga membawa berbagai macam poster penolakan. Seperti Tolak kenaikan harga BBM #ubymelawan, BBM Naik Rakyat menjerit curahan hati. Perwakilan mahasiswa masuk ke dalam untuk audiensi. Diterima langsung oleh Ketua DPRD Boyolali Marsono dan jajarannya.
Ketua BEM UBy Latiful A'la mengatakan, aksi demonstrasi ini untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Dia menilai, pemerintah tidak seharusnya menaikan harga BBM. Di tengah masa pemulihan pasca pandemi Covid-19. Padahal perekonomian masyarakat baru akan bangkit. Namun, justru pemerintah menjegal rakyat dengan menaikan harga BBM.
Dia juga mempertanyakan terkait jebolnya APBN. Serta BBM subsidi tidak tepat sasaran. Hal tersebut dinilai menyalahkan publik. Bahkan masyarakat diminta untuk mandiri.
”Dampak kenaikan BBM subsidi mulai terasa. Maka kami menolak tegas kenaikan BBM subsidi dan kami mendesak pemerintah bersungguh-sunggug memberantas praktik-praktik mafia BBM,” tegasnya.
Ketua DPRD Boyolali Marsono menilai positif aksi demonstrasi tersebut. Apalagi aksi ini dimotori oleh mahasiswa. Mereka mampu berfikir dan mengkritisi kebijakan pemerintah. Sedangkan terkait aspirasi dan empat poin tuntutan yang disampaikan mahasiswa, Marsono siap menampung aspirasi mereka.
”Kebijakan tersebut dibuat oleh pemerintah pusat. Kami tak memiliki kewenangan. Namun, kami tampung aspirasi mahasiswa,” terangnya. (rgl/adi/dam) Editor : Damianus Bram