Manajer Biro Haji dan Umrah PT Yasha Mandiri Umi Erni mengatakan peminat umrah naik sejak dua bulan terakhir. Pemberangkatan umrah ini tidak hanya pendaftar yang dijadwalkan ulang. Alias tertunda karena pandemi. Namun, juga pendaftar baru yang cukup banyak. Bahkan pendaftar umrah naik hingga 50 persen.
"Alhamdulillah peminat banyak karena dua tahun gak bisa ibadah. Naiknya sampai 50 persen dibanding tahun lalu. Baru dua bulan terakhir ini baru bisa maksimal. Jadi ini menumpuk sebelum-sebelumnya yang sudah mendaftar, tapi karena covid-19 lalu reschedule," terangnya pada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (29/9).
Jamaah umrah yang dijadwalkan ulang ada sekitar 70-an. Namun, jadwal penerbangan menggunakan pesawat Citylink. Tetapi belum dibuka penerbangan pesawat langsung kesana. Sehingga, pihaknya harus mengalihkan penerbangan. Saat ini, hanya dua jalur penerbangan yang dibuka. Yakni, dari Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Jakarta dan Juanda, Jawa Timur.
"Untuk pelaksanaan Umrah selama sembilan hari, lewatnya Soetta. Kalau 13 hari lewat Juanda. Karena penerbangannya adanya didua bandara itu. Saat ini, 48 orang sedang proses umrah. Yang sudah pulang (Ibadah umrah,red) 78 pack. Sudah mendaftar lagi dibulan oktober ada 320 jamaah. Kalau pesawat kan satu kloter bisa menampung 380-400 jamaah," jelasnya.
Sedangkan terkait harga, ada kenaikan. Lantaran harga tiket pesawat juga naik. Kenaikan harga tiket pesawat berkisar Rp 3 juta rupiah/orang. Jadi dari biaya ibadah dari Rp 25,5 juta untuk sembilan hari ibadah umrah, menjadi Rp 28,5 juta. Sedangkan Rp 41,5 juta untuk 13 hari ibadah umrah menjadi Rp 43,5 juta. "Maka cuma tambah untuk tiket pesawat saja Rp 3 juta," terangnya.
Sementara itu, Kasi Penyelanggaraan Haji dan Umroh Kemenag Boyolali Sauman, mengatakan, pendaftar umrah mengalami kenaikan sejak Juni lalu. Bahkan kenaikan mencapai dua kali lipatnya. Pada Januari hingga Mei rata-rata pendaftar haji mencapai 50-64 orang. Dengan terendah pada Januari hanya empat orang saja.
"Selama tiga bulan terakhir, pendaftar umrah mengalami kenaikan. Yakni pada Juni mencapai 167 orang, Juli ada 146 orang, dan Agustus 178 orang. Untuk bulan ini masih pendaftaran. Karena untuk Umrah itu melalui Biro PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah,red) Kami hanya melayani rekomendasi pembuatan paspornya," terangnya. (rgl/dam) Editor : Damianus Bram