Pamong Museum R. Hamong Wardoyo Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali Faried Burhanudin menjelaskan, fragmen candi dengan batu putih ini ditemukan 2021 silam. Saat warga Dusun Beji, Desa Kopen hendak menggali kubur.
Baru digali dengan kedalaman sekitar 80-130 sentimeter (cm), warga menemukan batu putih berbetuk makara candi. Temuan tersebut lalu dilaporkan ke Disdikbud Boyolali.
“Belum dikaji sama sekali. Diperkirakan ini semacam makara atau mahkota candi,” terang aried, kemarin (2/10).
Faried menambahkan, terdapat enam potongan batu yang diduga makara candi tersebut. Temuan ini sementara disimpan di Museum R. Hamong Wardoyo. Karena jika dibiarkan di lokasi penemuan, dikhawatirkan terjadi kerusakan. Atau rawan dicuri orang tak bertanggung jawab.
“Kami evakuasi dan kami selamatkan dulu di museum. Karena bisa menjadi bahan edukasi bagi masyarakat. Kami juga telah melaporkan temuan ini ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng. Tiap ada temuan pasti kami laporkan,” imbuh Faried.
Terpisah, Ketua Boyolali Heritage Society (BHS) Kusworo Rahadian membenarkan, temuan batuan putih ini diduga fragmen makara candi. Kendati demikian, dia berharap ada kajian lebih mendalam terkait temuan bebatuan tersebut.
“Benda itu terbengkelai di makam. Kemudian dipindahkan oleh tim ke Museum R. Hamong Wardoyo bersama BHS, 10 Februari 2021 lalu. Diperkirakan benda dari masa klasik Hindu-Budha di Jawa Tengah,” urainya. (rgl/fer) Editor : Damianus Bram