Kabid Damkar Satpol PP Boyolali Dono Rumekso mengungkapkan, pihaknya terus melakukan penanganan kedaruratan dan kebencanaan. Selama sembilan bulan terakhir, tercatat ada 149 kejadian. Tak hanya kebakaran, tapi juga mengevakuasi binatang berbahaya.
”Selama Januari-September ini, total kejadian 149 kejadian. Didominasi evakuasi binatang berbahaya sebanyak 84 kasus. Lalu pemadaman kebakaran ada 44, penyelamatan 21 kasus dan lainnya,” jelasnya pada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (5/10).
Saat ini, damkar disibukan dengan laporan hewan liar yang masuk ke pemukiman. Terutama ular jenis cobra. Temuan hewan liar ini di beberapa lokasi. Terutama sempanjang aliran Kali Pepe dari Boyolali Kota sampai Teras. Beberapa laporan juga ditemukan di wilayah Sawit, Banyudono dan lainnya. Ular berbisa tersebut ditemukan di lahan warga maupun masuk rumah.
Dono mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik ketika menemui ular jenis apapun. Jika berani, bisa dievakuasi sendiri. Namun jika ragu, lebih baik menghubungi petugas damkar. Sehingga bisa segera dievakuasi dengan aman. Sebab, ular tidak boleh dikasari alias dipukul dan lainnya. Karena akan membuat semakin ganas dan malah menyerang manusia.
”Jadi kalau nggak berani, panggil petugas saja. Karena evakuasinya itu mudah. Penangananya dengan cara dipegang kepalanya lalu mulutnya dilakban. Selanjutnya dikembalikan ke habitatnya. Untuk saat ini pengembalian di hutan daerah Juwangi,” katanya.
Damkar juga pernah mengevakuasi tiga ekor monyet jenis ekor panjang di Dusun Madoh, Desa Ngesrep, Ngemplak. Lokasinya dekat dengan aliran Kali Pepe. Kawanan kera ini juga sering memakan buah-buahan yang ditanam warga. Pihaknya lantas menerjunkan anjing penjaga untuk mengusir kawanan kera tersebut.
Kera liar jenis ekor panjang ini kerap terlihat di Boyolali. Kera liar juga pernah dilaporkan masuk ke Rumah Sakit (RS) Pandan Arang pada erupsi Gunung Merapi. ”Sampai saat ini belum ada laporan penyerangan yang dilakukan kera liar,” jelasnya.
Selain itu, Damkar juga mengevakuasi ternak yang masuk sumur. Pernah juga melakukan penyelamatan orang tua yang masuk sumur di Ampel. Sedangkan kegiatan pemadaman ada 44 kasus. (rgl/adi/dam) Editor : Damianus Bram