Kelurahan Siswodipuran didapuk menjadi pilot project SBM sejak 2020 lalu. Sedangkan Desa Sumbung, Cepogo merupakan daerah non pilot project SBM di Jawa Tengah. Uji petik SBM ini melibatkan relawan, tokoh masyarakat, dan petugas kesehatan dan kesehatan hewan. Pelaksanaan uji coba ini bertempat di Balai Kelurahan Siswodipuran, Rabu (5/10).
Asisten Deputi Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Kemenko PMK Nancy Dian Anggraeni mengatakan, kegiatan ini merupakan uji coba dari petunjuk teknis surveilans berbasis masyarakat. Uji petik ini diperlukan untuk mengetahui berapa jauh pemahaman relawan.
”Jadi kami ingin mengetahui seberapa jauh sukarelawan yang akan menjadi pelaksanaan surveilans berbasis masyarakat, terkait bahan-bahan yang telah dipersiapkan Kementerian Kesehatan sebagai penyusun petunjuk teknisnya,” terangnya.
Kegiatan ini tentu membutuhkan dukungan relawan. Agar masyarakat bisa mendeteksi adanya penyakit-penyakit. Terutama yang berpotensi menjadi kejadian luar biasa (KLB) atau penyakit yang bisa menyebabkan wabah. Dia menyontohkan penyakit yang berawal dari hewan. Kemudian relawan mampu mendeteksi dan melaporkan ke dinas terkait.
”Namun, bisa juga penyakit-penyakit terjadinya pada manusia. Nanti sukarelawan akan melaporkan ke petugas dinas terkait. Misal, petugas di Puskesmas terdekat. Karena dari pengalaman pandemi Covid-19 atau wabah PMK atau KLB lainnya di Indonesia itu, kejadian datang tiba-tiba dan mendadak sudah menjadi besar atau mewabah,” katanya.
Dengan mengetahui lebih awal dari masyarakat. Diharapkan bisa mencegah agar penyakit tersebut tidak menjadi KLB atau wabah. Hal tersebut dapat terwujud dari surveilans berbasis masyarakat. Selain itu, Boyolali dipilih sebagai contoh uji petik. Karena salah satu daerah yang telah melaksanakan SBM. Selain itu, relawan juga dibantu PMI Boyolali. Yang juga menjadi percontohan yang didanai melalui PMI Internasional.
”Hal ini, terbukti laporan yang disampaikan melalui sukarelawan cepat masuk ke dinas terkait dan akurasi laporan cukup baik. Kami melihat dampak kegiatan sukarelawan mendukung untuk penyampaian informasi ancaman penyakit terutama cepat dan berjalan dengan baik,” pungkasnya. (rgl/adi/dam) Editor : Damianus Bram