Kepala BTNGMb Junita Parjanti mengatakan, korban atas nama Andreas Jonson, 35, itu terdaftar sebagai pendaki dalam booking online. Dengan nomor registrasi 759492. Korban bersama enam rombongan melakukan pendakian pada Jumat (7/10) sekitar pukul 11.13.
"Pada pukul 17.33 (Jumat), petugas mendapat laporan bahwa terdapat pendaki menderita sakit asam lambung dan tidak sadar diri atau pingsan. Tepatnya di HM 28 pada ketinggian 2.438 Mdpl," kata Junita pada Jawapos Radar Solo, Sabtu.
Evakuasi pendaki dilakukan oleh petugas BTNGMb bersama relawan Ranger Merbabu. Mereka menyiapkan sejumlah peralatan dan melakukan evakuasi. Sebab, korban memiliki badan cukup berisi, yakni 85 kilogram.
Petugas lantas menghubungi Puskesmas Selo untuk mendapat dukungan medis dan ambulans. Serta melakukan pemeriksaan pada korban.
"Untuk memastikan kondisi korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Pandan Arang (RSPA). Lalu dilakukan pemeriksaan dan visum untuk memastikan waktu serta penyebab meninggal dunia. Saat ini kami sedang melakukan evaluasi dan koordinasi internal," jelasnya.
Sebagai informasi, pendaki asal Pendongkelan Selatan Nomor 264 RT 10 RW 16, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Andreas Jonson, 35, meninggal dunia saat mendaki Gunung Merbabu. Dia melakukan pendakian pada Jumat (7/10) siang dan meninggal dunia pada malam.
Kasi Humas Polres Boyolali AKP Dalmadi mengatakan, laporan pendaki yang meninggal dunia terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 21.30. Korban bersama rombongan berjumlah enam orang berada di pos dua. (rgl/ria) Editor : Syahaamah Fikria